home | · | aktual | · | tekno & eco | · | Deteksi Bakat Anak Melalui Sidik Jari
 
> Deteksi Bakat Anak Melalui Sidik Jari
Kamis, 26 Januari 2012

Oleh Degina Juvita

Sejak masih di dalam kandungan berumur 13 minggu, sidik jari pada janin sudah muncul. Perkembangan sidik jari seiring dengan pertumbuhan otak, melalui sidik jari potensi bakat dan kecerdasan seorang anak dapat di analisa dengan detail.
 
Jika dilihat dari polanya, sidik jari memiliki hubungan dengan sel-sel otak. Sidik jari merupakan bagian tubuh yang bersifat permanen. Masing-masing orang memiliki sidik jari yang berbeda. Dari sinilah,  karakteristik  seseorang dapat  terdeteksi. Untuk mendeteksi potensi atau bakat bisa menggunakan alat analisa sidik jari.
 
Metode ilmiah ini menggabungkan empat disiplin ilmu yaitu Science & Research of  Dermatologlyphics, ilmu kedokteran &  anatomi tubuh (khususnya bagian otak), ilmu psikologi modern dan teknologi komputer biometrik. Metode ini seringkali dipilih para orang tua untuk melihat potensi anak. Analisa sidik jari tidak membatasi umur. Bayu berumur 4 bulan pun sudah bisa dideteksi sidik jarinya.  
 
Elsa Salsabila, Konsultan Talents Spectrum mengatakan, "Analisa sidik jari bisa mendeteksi gaya belajar, area bakat, tingkat stres,respon kecepatan pikir, kecepatan bertindak, karakter dan area sifat”. Seberapa besar potensi bakat seni dan kreativitas Anda pun dapat dideteksi melalui sidik jari. Penasaran ingin mencoba?

KOMENTAR
Nama : Lucky E. Santoso
Komentar : Penasaran, saya cek di Internet apakah ini tipu-tipu. Berikut kutipan dari http://www.sillybeliefs.com/blog016.html: "[It] is most likely a scam because: •There is no scientific evidence that it works •They tell blatant lies in its promotion •They make misleading claims •The provide testimonials, not evidence •They speak in the language of pseudoscience •Even the affluent and often gullible West hasn't accepted it"
Nama : Degina
Komentar : wah, komentar Mas Lucky ini nambah referensi untuk lebih cari tahu kebenaran. memang waktu itu saya hanya wawancara secara umum saja. ternyata kutipan dari blog yang Mas kasih, bikin saya yang menulis pun jadi bertanya-tanya. dari hasil wawancara saya bersama mba Elsa, pihak mereka pernah beberapa kali mengadakan seminar/ workshop. mungkin untuk tahu kejelasannya bisa tanya atau kunjungi langsung website mereka :)
Nama : Elsa
Komentar : Yth. Pak Lucky dan Mbak Degina, terima kasih atas komentar dan perhatian yang diberikan. Kebetulan kami baru saja menyelenggarakan seminar "Jangan Mudah Percaya Analisa Sidik Jari" pada 25 Februari 2012. Dengan maksud supaya para klien yang berminat mengikuti analisa sidik jari memahami lebih lanjut latar belakang dan penjelasan baik secara teori maupun aplikasinya. Bisa dicek di http://testsidikjari.blogspot.com, lalu http://www.ronellecoburn.com/thefacts/interviews.htm. lalu http://m.okezone.com/read/2011/07/10/196/478050 Dan masih banyak lainnya. Mengenai pseudoscience, memang masih pseudoscience karena belum ada universitas yang menjadikan finger print analysis sebagai sumber ilmiah dan kurikulum. Finger print analysis hanyalah salah satu tool untuk mengetahui nature seseorang dari sekian banyak tools untuk menganalisa potensi bawaan lahir seseorang. Ada banyak tools untuk area nature seperti dari retina mata, golongan darah, bahkan dari rambut. Sedangkan psikologi murni sebagai deteksi bakat dari nurture/stimulasi lingkungan Finger print analysis lebih dekat dengan studi physiology dibandingkan psychology karena berhubungan dengan neuroscience. Oleh karena itu, menjadi pilihan bagi orang tua apakah akan menggunakan salah satu tool saja atau mau semuanya. Sedangkan jika digabung akan menjadi lebih komprehensif. Semoga penjelasan di atas dapat membantu dan tidak dimaksudkan untuk menyanggah atau mendebat. Karena harmonisasi dalam hidup akan berjalan jika perbedaan pendapat bisa diselesaikan dengan cara damai. Terima kasih Mas, Mbak :)
Nama : Budi
Komentar : menurut saya sebenarnya yang perlu dibagi kepada masyarakan bukan cuma informasi bahwa hal itu dimungkinkan, akan tetapi lebih baik jika di ulas lebih lengkap contoh model sidik jari dan kecenderungan arah kecerdasan bawaan yang dimilikinya. kalo hanya ujung ujungnya menawarkan tertarik atau tidak sih iklan namanya...
Nama : fanny wijayana
Komentar : dmn kita bs cek finger print???
Nama : fitri
Komentar : dimana kita bisa cek finger print? tlong di bantu untuk infonya... karna sya mungkin berminat. terima kasih
Nama : fitri
Komentar : jika boleh informasinya boleh komunikasikan interpesonal saja. 083807080257 makasih...
KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Mitigasi Mengurangi Polusi

Limbah yang dikumpulkannya beragam, mulai dari bekas penampang tinta mesin foto copy, monitor komputer, televisi dan telepon seluler. Setiap pekan Haris bisa mengumpulkan sampah elektronik tersebut sebanyak 2,5 - 3 ton, atau sekitar 10 -12 ton dalam sebulan. Dia membelinya seharga Rp 2.500 per kilogram dari pengepul kecil. Setelah menyortirnya, lantas dia menjualnya ke pengepul besar dengan harga Rp 4 - 7 ribu per kilogram. Setiap pekan, dia mengirim  ke pabrik penggiling di Pulogadung sebanyak 1,5 ton.


+ lanjut
Teknologi Biomaterial Untuk Alat Medis Lokal

Berdasarkan data tersebut, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melalui Pusat Teknologi Material sejak 2005 telah mengembangkan bahan biomaterial untuk peralatan kesehatan. Hingga kini, program tersebut telah menghasilkan bahan bioceramics hydroxyapatite, fomula pembuatan semen tulang untuk bahan ortopedik yaitu bubuk Poly Methyl Methaacrylate (PMMA) dan implan logam stainless Steel 316 L. Kesemuanya itu dibuat dari bahan lokal yang dikembangkan oleh industri baja dan BPPT.


+ lanjut
Tata Kelola Perairan Darat Perlu Berbasis Iptek

Hasil risetnya memperlihatkan teknik pertanian yang tidak tepat mengakibatkan erosi pada lapisan tanah bagian atas yang subur. Oleh karena itu, Dia mengharapkan pengelolaan DAS tersebut dapat diperbaiki demi kelangsungan pertanian.


+ lanjut