home | · | aktual | · | tekno & eco | · | Wow! Ponsel Kamera 41 Megapixel
 
> Wow! Ponsel Kamera 41 Megapixel
Jumat, 08 Juni 2012

Oleh Farida indriastuti

Foto: europe.nokia.com

Lompatan teknologi dilakukan produsen Nokia 808 PureView, di tengah gencarnya inovasi smartphone. Nokia 808 PureView diperkenalkan pertama kali pada 27 Februari 2012 di ajang Mobile World Congress, di Barcelona, Spanyol. Inilah smartphone yang memiliki fitur teknologi PureView dengan kamera 41 megapixel 1/1.2. Sensor dan resolusi tinggi f/2.4 dengan lensa optik Carl Zeiss dan teknologi pixel oversampling.

Ponsel ini dilengkapi video HD 1080p video recording dan playback—dengan kemampuan lossless zoom hingga empat kali lipat. Pengguna dapat memperbesar gambar dari layar beresolusi 640 x 360 piksel (16:9 HD)  yang menghasilkan gambar berkualitas tinggi.

Daya tahan baterai Nokia 808 PureView mencapai 6,5 jam waktu bicara atau 540 jam ketika standby. Lengkap dengan memori internal 16 GB, serta mampu mendukung memori eksternal hingga 48 GB. Ponsel berdimensi 123,9 x 60,2 x 13,9 milimeter dengan berat 169 gram meliputi bluetooth 3.0, High-Definition Multimedia Interface, USB 2.0 dan jaringan nirkabel (WLAN).

Pantas saja, ponsel cerdas ini memenangkan penghargaan untuk “Davise Best New Mobile & Handset Tablet” di Mobile World Congress 2012, dan penghargaan untuk “Best Imaging Innovation 2012 dari Technical Image Press Association.

Nokia 808 PureView dijual terbatas, tak ada di toko-toko. Ponsel canggih ini dapat dilihat dan dibeli di perhelatan Indonesia Cellular Show 2012, Jakarta Convention Center (JCC), yang tengah berlangsung. Nokia Indonesia juga membuka pre-order dalam jumlah terbatas, pemesanan bisa melalui booth Nokia di Indonesia Cellular Show 2012, seharga Rp. 6,5 juta. Anda tertarik?

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Pilihan Jatuh Pada Film Dokumenter (Bagian 3)

Linimassa kini menjadi referensi dalam kurikulum pendidikan tingkat SMA di Departemen Pendidikan Australia Barat untuk pelajaran bahasa Indonesia. Selain Linimassa, Dhandy bersama tim sebelumnya telah memproduksi film Alkinemokiye, sebuah dokumenter yang dibuat secara independen tentang mogoknya ratusan pekerja tambang di PT. Freeport Indonesia, Papua, tahun 2011 lalu.


+ lanjut
Dari NTB Sampai Yogyakarta (Bagian 2)

Ada kisah menarik di Linimassa 2 tentang penduduk desa Karang Bajo - Bayan, kecamatan Labar, Nusa Tenggara Barat. Di tempat itu, kebanyakan warga tak asing dengan siaran radio Primadona, sebuah radio komunitas yang telah lama menjadi andalan mereka dalam berkomunikasi dan bertukar informasi. 


+ lanjut
Teknologi Digital Menuai Berkah (Bagian 1)

Pemuda Almascatie sengaja memanfaatkan akun twitter-nya untuk menyebarkan informasi yang didapat, tanpa melebihkan atau menguranginya. Almas dan konflik Ambon menjadi scene pembuka film dokumenter yang berbicara tentang perkembangan teknologi komunikasi di Indonesia. 


+ lanjut