Oleh Degina Juvita
Kekayaan budaya Indonesia melalui inovasi nan artistik-- ditampilkan sejumlah desainer dari beragam latar-belakang dalam fashion show bertajuk 'Pesona Emas'. Dalam fashion show ini, ditampilkan pesona Indonesia dalam wujud busana, aksesoris hingga perhiasan.
Para desainer fesyen, perhiasan dan aksesoris-- berkolaborasi mempersembahkan karya-karya di Galeri Hadiprana, Kemang, Jakarta. Ariani Pradjasaputra membawa label AARTI Pieces of Arts dan Manjusha Jewelry. Nike Tirtadji dan Tulola di bawah naungan Hadiprana Jewelry, menampilkan pesona emas dan bebatuan yang menjadi ciri khas Indonesia. Kemudian Mira Hadiprana [putri dari Hendra Hadiprana], menampilkan koleksi busana modern dengan sentuhan etnik-- dilengkapi koleksi tas dari Liona Bags dari Hadiprana Signature. Desain Liona Bags, mengedepankan aplikasi batu-batuan alam yang dikombinasi dengan payet dan kristal. Ada pula koleksi busana batik dari label Tayada (Tasya, Yenni, Deddy) yang mengkombinasikan motif batik dengan kain putih.
“Indonesia memiliki sumber etnik yang kuat, emas dan batu-batuan, bukan berlian yang asalnya bukan dari Indonesia. Meski ada unsur berlian pada beberapa koleksi perhiasan, tapi hanya lima persen. Galeri ini banyak menonjolkan sisi Indonesia dengan kekayaan sumber bahan bakunya,” ungkap Puri Hadiprana.
Kehadiran koleksi desainer dari Hadiprana Jewelry dan Hadiprana Signature ini meramaikan rangkaian perayaan Golden Anniversary of Galeri Hadiprana (1962-2012), akhir pekan lalu. Galeri Hadiprana juga menyelenggarakan pameran seni bertajuk “Bersyukur Kita Tunggal Ika” yang diikuti oleh lebih dari 50 seniman Indonesia, sejak 20 Mei 2012 lalu.









