Oleh Degina Juvita
Jakarta Fashion & Food Festival (JFFF) digelar untuk ke-9 kalinya. Perhelatan hari ketiga pada Selasa, 15 Mei, para desainer memamerkan karya-karya terbaru dalam dua rangkaian “Fashion Extravaganza”. Fashion show pertama bertajuk “Swara Negeri” menampilkan koleksi busana dengan sentuhan tradisi nusantara seperti: batik, lurik, dan tenun. Ada pula, gaun malam dan busana muslim. Semua busana dirancang para desainer muda. Pada rancangan Handy Hartono bertema “Chinese Bottle” memiliki nuansa putih dengan paduan motif Cina. Lalu Emia by Wangie, menampilkan “The Legacy Renewed” merupakan batik dengan gaya santai nan modern. Busananya cocok digunakan untuk acara-acara formal.
Garis-garis pada lurik di desain sedemikian apik-- menjadi busana modern yang lekat dengan citarasa Nusantara. Ada dress pendek, ada juga celana panjang. Yongkie Liu menampilkan tema “The Innocent of Luric”. Desainer lainnya memamerkan koleksi karyanya di atas catwalk “Swara Negeri” diantaranya: Merry Yu, Bilqis by Tuti Adib, Lulu Lutfi, Shasakirana, Alif, Parang Kencana, May and June.
Pada show kedua bertajuk “Nusantara”, sebelas desainer yang tergabung dalam Ikatan Perancang Mode Indonesia (IPMI) memamerkan karya-karyanya. Liliana Lim menampilkan kain tenun Nusa Tenggara Timur dengan kombinasi bahan cangkung, sifon, dengan desain yang sederhana. Ia terinspirasi oleh keindahan alam dataran kering NTT dan menciptakan karya “Blaze of the Island”. Sedangkan, Yongki Budisutisna terinspirasi dari negara-negara bekas kolonial Eropa (Belanda) dan Asia (Jepang) yang pernah menjajah Indonesia. Desainnya bergaya playful, fun, and Cheer up.
Kain tenun Bali dipadu dengan kain lain, ditampilkan Adrianto Halim yang terinspirasi dari lipatan-lipatan khas penari tradisional. Halim memilih untuk mengungkap rahasia cerita pulau dewata dalam koleksi “Legong Secrets”. Lalu karya kebaya Era Soekamto terinspirasi dari budaya keraton Jawa. Inspirasinya berasal dari lukisan Kumudowati yang ditemuinya di setiap sudut arsitektur Pendopo Ageng keraton Mangkunegaran. Koleksi kebaya ready to wear berdasar unsur arsitektural pada dres dan rok menggunakan motif batik Cinde karya Iwan Tirta. Kebaya kutubaru perpaduan Jawa dan Eropa memiliki perpaduan yang apik, modern, edgy, magis namun tetap down to earth.
Pada karya Widhi Budimulia, menampilkan batik garutan dipadukan dengan tekstil lain. Para desainer yang memamerkan koleksi karya busana antara lain: Carmanita, Ghea Panggabean, Stephanus Hamy, Tuty Cholid, Tri Handoko, dan Valentino Napitupulu.
Perhelatan Jakarta Fashion & Food Festival diselenggarakan selama enam belas hari, sejak 12-27 Mei 2012 di Mal Kelapa Gading dan La Piazza, Jakarta. Selain menampilkan fashion show, acara ini juga menggelar pameran fashion bertajuk “Fashion Village”, dan Food Festival dengan tema “Kampoeng Tempo Doeloe” dan “Wine & Cheese Expo”.









