Oleh Diana Nazir
Kata copycat mungkin adalah kata yang paling mudah dimengerti untuk menerjemahan sesuatu yang 'mirip sekali', menjiplak, atau mencontek.
Alam adalah model yang menarik untuk ‘dicontek'. Apakah salah copycat dari bentuk alam dalam dunia desain?
Mencari kata dan praktik copycat bentuk alam dalam ilmu pengetahuan, maka kita akan bertemu dengan istilah BIOMIMICRY. Kata itu berasal dari bahasa Yunani yaitu bios (life) dan mimesis (imitation).
Dalam dunia ilmu pengetahuan, istilah yang disebut BIOMIMICRY ini adalah revolusi dari ilmu pengetahuan baru, yang mempelajari bentuk/model dari alam, untuk ditiru (imitates) atau diambil inspirasinya dan diproses untuk menyelesaikan problema gaya hidup manusia.
Contoh produk nyatanya yang telah kita nikmati bersama dalam hidup adalah sistem sel surya yang terinspirasi oleh sistem dari sel daun yang dapat mengubah cahaya matahari menjadi sumber tenaga, atau ide bagaimana laba-laba mampu menghasilkan serat tahan air untuk sarangnya yang kekuatannya lima kali lebih kuat dari besi. Menakjubkan!
Hal yang perlu kita ketahui sekarang adalah, BIOMIMICRY itu bukanlah sekedar proses copycat, tapi suatu proses analisa dari ide-ide terbaik dari alam untuk diterjemahkan dalam suatu desain atau produk.
Dalam dunia desain, ide dari alam ini selalu menjadi tren yang menarik, karena alam itu bisa mejadi model (nature as model), menjadi ukuran apa yang tepat (nature as measure), atau menjadi 'guru' kita dalam belajar (nature as mentor).
Beberapa desain furnitur masa kini yang mengambil bentuk alam sebagai ide dapat menghasilkan desain kursi yang menarik seperti bentuk daun, binatang, atau biota dalam laut. Anyaman dan rajutan dari rotan asli atau rotan imitasi banyak mengambil ide ikatan dari daun-daunan, hasilnya adalah anyaman yang kuat secara struktur dan indah untuk dilihat. Luar biasa.
Alam sekitar yang sangat dekat dengan kita, telah banyak memberikan jawaban untuk hidup yang lebih baik. Kreativitas manusia dan inovasi teknologi akan membentuk masa depan.
Diana Nazir adalah seorang desainer interior. Penulis bisa dihubungi di akun twitter @diananazir











