Oleh Degina Juvita
Naskah menjadi kebutuhan penting dalam pembuatan film. Alur cerita, pembentukan karakter, hingga penentuan lokasi, merupakan elemen penting dalam naskah. Nah, naskah yang kuat dan berbobot dapat menentukan kualitas suatu film. Implikasinya, berujung pada penjualan film. Naskah seperti apakah yang dapat menarik perhatian penonton?
Menyoal proses pengembangan hingga pembuatan naskah film, menjadi bahasan dalam “MPA-ICAD Film Workshop” yang digelar di Hotel Grandkemang, Jakarta. Workshop berlangsung pada 13 Juni, dipandu oleh Stephen Jenner, menghadirkan sineas muda Indonesia; Riri Riza (Sutradara, Produser, Penulis film “Laskar Pelangi”), Joko Anwar (Sutradara, Penulis film “Kala” dan “Modus Anomali”), Teddy Soeriatmadja (Sutradara, Produser, Penulis film “Lovely Man”).
Diskusi menghadirkan tema “Script Development”. Riri Riza merasa perlu memprediksi dalam kebutuhan riset, bukan perkiraan pasti berapa jumlah penontonnya. Sedangkan Joko Anwar justru kebalikannya. “Saya selalu memikirkan penonton. Selama menulis naskah “Modus Anomali”, saya percaya bahwa penulis bisa menulis dengan bebas, tapi penuh tanggung-jawab agar menghasilkan film yang menarik keuntungan,” tegasnya.
Sisi yang berbeda diungkap Teddy Soeriatmadja. Ia tak peduli dengan keinginan penonton. “Saya [pernah] bikin dengan gaya mengikuti ‘kemauan’ pasar. Kalau kita bikin film bagus dipuji gila-gilaan, tapi kalau bikin jelek dibantai gila-gilaan. Saya pikir sebagai filmmaker harus tanggung jawab,“ ujar Teddy.
“Saya pernah merasakan dua sisi itu-- pernah dipuji gila-gilaan, dan di bantai gila-gilaan, karena filmnya nggak bagus. Kesimpulannya adalah kalau saya mau bikin film, saya yang mengatur semuanya. Kalau filmnya dibantai, yang rugi saya. Jadi saya punya tanggung-jawab terhadap karya,” imbuhnya usai workshop.
Workshop juga menyoal finansial dalam produksi film. Bagi penulis pemula tak perlu khawatir untuk mendapat sumber dana bagi kebutuhan karyanya. Riri Riza mengemukakan cara yang paling mudah melalui jelajah internet. Banyak perusahaan film menyediakan informasi pembiayaan melalui situs-situs di internet. Disitulah pemula bisa mengirimkan karya-karyanya. Yang perlu diperhatikan sebelum mengirimkan naskah, sebaiknya menyesuaikan karya dengan kriteria yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut.
Para narasumber membagi pengalaman kepada pemula yang berminat terjun ke industri film. Bagi Riri Riza, apapun yang dilakukan harus bagus. “Anda harus fokus menulis, bukan membuat film yang bagus. Dan tentunya terus belajar”. Begitu juga dengan Teddy yang berujar, “Lebih banyak menulis, lebih banyak belajar. Sineas lainnya, Joko Anwar, memberi masukan untuk mencoba hal-hal sederhana, seperti membuat film pendek. Dari situlah bisa berlanjut menuju lingkaran lain dalam film.




.jpg)






