home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Ritmik Tango Yang Menggoda
 
> Ritmik Tango Yang Menggoda
Kamis, 11 Oktober 2012

Oleh Farida Indriastuti

Foto: Erasmus Huis

Gelap malam tanpa bintang. Hujan mengguyur deras menyuguhkan kesegaran pada tanah kering. Sayup terdengar melodi lembut dari tarikan bandoneon. Syahdu dan memikat! Itulah Konser Tango Ensemble Kraayenhof pada 4 Oktober lalu, di Erasmus Huis. Tarikan nada-nada indah telah berlalu. Tapi jejak dan melodi bandoneon masih lekat ditelinga. Bandoneon dikombinasikan dengan kuartet alat gesek, kontrabas dan piano membuat konser malam itu menjadi momen spesial.

Carel Kraaijenhof, musisi bandoneon, komposer dan penata musik Traayenhof memainkan lagu pembuka Otoñoporteño - A. Piazzolla diiringi kuartet violin, celo, kontrabas dan piano. Alhasil, musik lembut yang dinamik. Ritmik yang menyentuh. Kraaijenhof adalah pemain bandoneon yang menakjubkan dan unik gaya bermusiknya. Pengetahuannya tentang Tango Argentina begitu luas, ia mampu menggugah penonton tak beranjak dari duduk dan menyambut tepuk tangan riuh.

Gesekan duo violin yang menyayat, dipadu celo, kontrabas, bandoneon dan piano malam itu. Dimainkan para anggota lain; Juan Pablo Dobal (piano), Jaab Brandenhorst (kontrabass), Bert Vos (violin), IefkeSa Low Wang (violin) dan Jan Willem Trosst (celo).

Kraayenhof ‘hidup’ dipanggung, saat denting piano dimainkan Juan Pablo Dobal dengan jemarinya yang cergas. Pianis kelahiran kota Buenos Aires, Argentina, pada 1964 lalu. Sejak umur 9 tahun memainkan piano dan umur 15 tahun rutin memainkan komposisi klasik di konser-konser.
Riwayat musisi lain tak kalah seru seperti kiprah Jaab Brandenhorst (kontrabass) yang menyelesaikan studi gitar dan kontrabass di the Sweelinck Conservatory, Amsterdam. Ia amat dikenal publik sebagai musisi yang bergabung dalam Dutch Sympony Orchestra, the Royal Concertgebouw Orchestra dan lainnya.

Begitu juga Bert Vos bermain violin sejak umur 7 tahun. Umur 16 tahun, ia menjadi pemimpin Hague Instrumental Youth Ensemble. Dua tahun kemudian belajar dibawah bimbingan Jan Hulst di Rotterdam Conservatory. Pada 1993, Bert Vos menjadi satu-satunya musisi Belanda yang bergabung dalam the Internasional Youth Orchestra di Israel, dibawah arahan maestro Lorin Maazel.

Beragam komposisi dimainkan Tango Ensemble Kraayenhof diantaranya adalah IlPostino - L. Backalov, Cuandodespiertomañana - JP Dobal, Decarisimo - A. Piazzolla, Lagrimaañeja - C. Kraayenhof, Fuerza! - C. Kraayenhof, Te llevo en mi alma - C Kraayenhof, Inviernoporteño - A. Piazzolla, Milonga del angel - A. Piazzolla, Adios Nonino - A. Piazzolla, dan Libertango - Astor Piazzolla. Di penghujung konser, komposisi maestro Gesang “Bengawan Solo” dimainkan bersama para musisi muda Indonesia.Tepuk tangan riuh penonton menggema tanpa jeda hingga berakhir.

 

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Penari Belanda Akan Pentas di Jakarta

FADO adalah musik tradisional Portugis. Inti musik Fado mengisahkan tentang kehidupan, harapan dan saling mengasihi antar sesama. FADO adalah mitra kerja Internationaal Danstheater bersama Companhia Portuguesa de Bailado Contemporâneo (CPBC) Lisbon, Portugal.


+ lanjut
Yuk, Nonton 71 Film Eropa

Lokasi pelaksanaan Europe on Screen edisi tahun ini tersebar di Jakarta, Bandung, Denpasar, Makassar, Medan, Surabaya  Yogyakarta, Aceh, Denpasar, dan Padang. Festival film ini juga menggandeng lembaga kebudayaan dan komunitas film. Sebut saja, Institut Français-Indonesia, Komunitas Tikar Pandan, Padang Kreatif dan Rumah Ide Makassar.


+ lanjut
Apresiasi Tak Ternilai Guru Seni Indonesia

Lukisan mural dipilih sebagai bagian dari tradisi seni rupa di Yogyakarta, kota tempat Wadino bernaung. Pria dalam lukisan itu membuat gambar bentuk tubuh kuda yang sedang berlari dengan sepenggal kalimat unik yang berbunyi, menggambar itu mudah hidup dari menggambar yang susah. 


+ lanjut