home | · | aktual | · | seni & kriya | · | Ekspresi Gerak Tari Dengan Tehnik Strobo Ligth
 
> Ekspresi Gerak Tari Dengan Tehnik Strobo Ligth
Kamis, 11 Juli 2013

Oleh Yuli Yanti

Ida Bagus Candra Yana, fotografer asal Bali dalam kesehariannya berkecimpung di dunia seni. Salah satunya  dengan  kesenian tradisi Bali, mulai dari ritual keagamaan, upacara pernikahan, hingga upacara kematian. Termasuk upacara persembahan  yang merupakan bagian dari seni pertunjukkan. Seni tradisi tersebut, kemudian menginspirasi Candra Yana untuk menciptakan karya seni fotografi.

Dance photography yang digelutinya itu bukan sekedar foto dokumentasi tari-- melainkan pemotretan terhadap gerak tarian yang memiliki berbagai karakteristik dan keunikan.  Seperti tercermin dalam pola gerak tertentu dan penggunaan kostum khusus. Ia memadukan fotografi dengan obyek gerak tari baris tunggal. Dengan menggunakan tehnik strobo light, yaitu tehnik penggunaan cahaya yang dikeluarkan secara berulang kali sebagai cahaya utama, ketika lampu flash menyala lebih dari satu kali pencahayaan.

Tari baris tunggal merupakan salah satu keindahan seni tradisi Bali yang mengandung pesan heroik. Pada mulanya tarian ini hanya dipentaskan sebagai tarian untuk upacara. Seiring dengan perkembangan zaman, maka cara penyajiannya tidak hanya dipentaskan untuk kepentingan upacara, tapi juga untuk menghibur wisatawan lokal maupun manca negara.

“Tarian ini awalnya sebagai tari baris kelompok, karena menjadi obyek fotonya, tarian ini menjadi tari baris tunggal. Kemudian dengan menggunakan tehnik stobo light, tarian ini kembali menjadi tari baris kelompok. Ini merupakan sebuah temuan dari tari baris kelompok menjadi tunggal, dan sebaliknya dari tunggal menjadi kelompok lagi dengan fotografi,” ujar Prof. Soeprapto Soedjono ketika membuka pameran ini.

Foto-foto ini tak hanya tampak sebagai dokumenter tari, tetapi dengan pendekatan kreatif dan estetik, obyek penari tunggal yang difoto menghasilkan jepretan yang banyak dengan efek gerak yang berbeda-beda. Seperti melihat sebuah potret tarian yang indah dengan para penari bali yang penuh ekspresi.

20 foto-foto tari baris tunggal tersebut dipamerkan di Galeri Biasa, Yogyakarta. Foto-foto tersebut dicetak digital di atas kanvas, batu dan logam.  Penari yang menjadi obyek foto pameran ini ikut memeriahkan pembukaan tunggal bertajuk Seni Fotografi Ekspresi: Dalam Gerak Tari Baris Tunggal Dengan Tehnik Strobo Ligth, dibuka pada 10 Juli 2013. 

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Monolog Satir Tentang Sang Wakil Rakyat

Di panggung Bentara Budaya Jakarta, Ine beraksi dari sebuah sudut dengan menggunakan sebuah topeng. Ia membuka pertunjukkan dengan sedikit memainkan tarian dengan melekukkan tubuhnya. Sesaat kemudian naskah monolog pun mulai dimainkannya. Ya, Ine memang sedang memainan sebuah monolog namun ada pelibatan dari komunitas Gradag-Grudug agar monolog terlihat lebih atraktif.


+ lanjut
Melahirkan Kembali Kota Tua Yang Futuristik

Sampai saat ini, kawasan Kota Tua masih menjadi pusat sejarah dan hiburan masyarakat yang rindu sejarah masa lalu dan keindahan arsitekturnya bergaya Eropa Belanda. Banyak manfaat yang didapat dengan berkunjung ke Kota Tua. Namun, ada beberapa bangunan di kawasan itu yang tak terawat. Padahal, kawasan Kota Tua sudah menjadi Cagar Budaya.


+ lanjut
Memadukan Seni dan Iman Lewat Kaligrafi

Dari 59 karya yang dipamerkan, lima di antaranya berbentuk seni kaligrafi tiga dimensi, masing-masing berjudul Bulan Penuh Berkah, Al Amal Hidayatullah,  Number Five, Pada Titik Koordinat Illahiah dan Sapi Betina. Sementara itu 36 peserta yang mengikuti tidak semuanya berasal dari seniman kaligrafi,  beberapa merupakan seniman seni rupa. Pameran tersebut di selenggarakan untuk menyemarakkan bulan Ramadhan oleh para seniman kaligrafi dan seniman seni rupa.


+ lanjut