home | · | aktual | · | budaya | · | Ragam Hias dan Corak Batik Jawa Barat
 
> Ragam Hias dan Corak Batik Jawa Barat
Selasa, 24 April 2012

Oleh Degina Juvita

Ragam hias batik memiliki banyak jenis dan ciri. Masing-masing daerah punya ciri khas di setiap motif batiknya. Batik biasanya dibuat pada kain panjang, sarung, hingga ikat kepala. Semisal batik Cirebon, Jawa Barat. Batik Cirebon termasuk golongan Batik Pesisir. Secara umum, batik Cirebon muncul dengan warna-warna kain yang lebih cerah dan berani. Selain itu, gambar motifnya juga lebih bebas, melambangkan kehidupan masyarakat pesisir yang egaliter, seperti gambar aktivitas masyarakat di pedesaan atau gambar flora dan fauna yang memikat.

Terdapat ragam hias bernama “Bang Ungon” berpadu dengan corak naga payung. Kain panjang Bang Ungon (biru-merah) ini dibuat dengan teknik tulis, dengan pewarna kimia. Adapula ragam hias batik pesisir dengan corak lunglungan mirah delima. Lung-lungan juga termasuk pola kuno. Sebagian besar pola ini memiliki ragam hias atau motif utama yang serupa dengan ragam hias utama pola semen. Batik tulis koleksi Milangoni Tjakrawerdaya ini dibuat pada 2005, didominasi warna coklat tua dan muda pada buah delima.

Lain lagi dengan batik asal Garut. Sebagian besar batik Garutan menunjukkan pengaruh Keraton Surakarta dan Yogyakarta, selain pengaruh keraton Cirebon. Ada juga pengaruh Cina dan Belanda, meski sedikit. Terdapat ragam hias Garutan, dengan corak ayam puger. Biasanya corak ayam puger dipakai pada batik Banyumas, tapi beberapa batik Garutan memakai motif yang sama, berpadu dengan ragam hias khas Garutan.

Beberapa corak lain seperti Paksi Naga Liman, Merak Kurung dan Ayam Patiran, menghiasi batik-batik asal Jawa Barat. Batik-batik ini dipamerkan di Galeri Batik, Museum Tekstil, Jakarta. Selain batik Jawa Barat, terdapat batik dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sumatera. Beberapa di antaranya merupakan batik koleksi Hartono Sumarsono, Milangoni Tjakrawerdaya, dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas. Pameran akan berlangsung hingga 29 April mendatang.

KIRIM KOMENTAR

Disclaimer: Pembaca dapat mengirimkan komentar yang terkait artikel. Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial Satulingkar.com. Redaksi berhak menghapus komentar yang menyimpang dengan mengubah kata-kata yang tidak etis, kasar, pelecehan, fitnah, bertendensi suku, ras, agama dan antar golongan. Satulingkar.com berhak menghapus komentar negatif dan menutup akses bagi pembaca yang melakukan pelanggaran ini.

Nama :
Komentar :
Geliat Batik Lereng Merapi

Membatik menjadi salah satu mata pencarian masyarakat setelah erupsi Merapi pada 2010 lalu.


+ lanjut
Kreasi Batik Siswa Raih Rekor MURI?

Beragam corak batik warna-warni, kreasi murid  SMP Stella Duce Yogyakarta, dikenakan dalam acara persiapan pendaftaran rekor MURI pada November  2012 nanti.


+ lanjut
Sejarah Baru Kampung Batik di Jakarta

Aneka warna dan mural motif batik menghias dinding hingga ruas jalan di kompleks perumahan Palbatu, Jakarta. Corat-coret artistik itu dihasilkan warga Palbatu dalam menggerakan Kampung Batik.


+ lanjut