• Vicharius DJ

Goresan Memori Kanak-Kanak di Mata Arkiv Vilmansa


Di mata seniman Arkiv Vilmansa, menjadi seorang ayah mungkin sebuah pengalaman yang tak ternilai harganya. Ia tampak begitu menikmati peran itu dan momentum saat bersama sang buah hati. Lewat karya-karya terbarunya, Arkiv mencoba berbagi rasa bahagianya pada publik yang ia ekspresikan lewat medium karya lukis. Banyak orang yang mengenal Arkiv lewat karakter ikonik yang dibuatnya beberapa waktu lalu. Namun dalam pameran tunggalnya kali ini, bertajuk Childhood Memory; The Invisible Chapter, Arkiv melukiskan imajinasi yang muncul saat ia menghabiskan waktu bersama anaknya. 

Seorang anak biasanya memiliki rasa ingin tahu yang tinggi dan diekspresikan melalui aktivitas lucu mereka. Arkiv menangkap momen itu terutama saat anaknya mulai menggambar garis-garis di kertas. Ia seakan menyadari bahwa saat kecil, dirinya pun senang melakukan hal yang sama. Dari eureka moment tersebut, Arkiv mencoba untuk menelusuri kembali ingatan masa kecilnya, bagaimana spontanitas dan keberanian menjadi pegangannya pada masa itu. Hal tersebut pun ia transformasikan menjadi sebuah gagasan artistik yang menangkap mata. 

Membutuhkan waktu kurang lebih selama satu tahun baginya untuk mematangkan konsep, medium, dan presentasi meski ide dasar sudah ada sejak tiga tahun lalu. Di Can’s Gallery, Arkiv memamerkan 49 lukisan kanvas yang memiliki keunikan tersendiri, mulai dari teknik, pilihan warna, hingga campuran medium lain. Namun, satu detail yang menangkap mata pengunjung adalah judul dari setiap kreasinya. “ARR itu adalah singkatan dari nama anak pertama saya. Dia adalah inspirasi dan penyemangat saya dalam mewujudkan pameran ini, jadi hal itulah yang bisa saya tunjukkan sebagai tanda terima kasih,” tutur Arkiv. 

Salah satu yang menjadi favorit adalah karya lukis di kanvas berakrilik putih yang ditempatkan di atas dinding hitam, berjudul ARR. NO 48. Arkiv sendiri memiliki favorit yang berbeda, yaitu ARR. NO 5. “Banyak orang yang mengira bahwa elemen polkadot putih ini terinspirasi dari Yayoi Kusama. Bukan, ini ada karena saya suka dengan karakter kartun Minnie Mouse dan Mickey Mouse,” jelasnya. 

#ArkivVilmansa

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon