• Vicharius DJ

Kesatuan Hati Bermusik yang Berujung Harmoni


Sepuluh orang musisi dari Belanda tampil epik dalam gelaran konser di panggung Erasmus Huis, Jakarta minggu malam. Mereka yang ikut di antaranya, Lonneke van Straalen (violin), Margot Kolodziej (violin), Eva Traa (violin), Jeffrey Bruinsma (violin), Anna Magdalena den Helder (viola), Judith Wijzenbeek (viola), Sebastiaan van Halsema (violoncello), Emma Kroon (violoncello), Thomas Pol (doublebass), dan Arno Stoffelsma (clarinet). Ke sepuluh orang ini tergabung dalam kelompok Pynarello. Grup ini diinisiasi dan dipimpin oleh Lonneke van Straalen. Pada 2017 ia pernah meraih penghargaan Prix Madeleine Margot dari Societe Gavignies. Penghargaan tersebut adalah hadiah tertinggi bagi musisi inovatif di Belanda. 

Di Erasmus Huis, mereka menampilkan lagu-lagu klasik yang dimainkan tanpa pengaba serta tidak menggunakan partitur musik. Itulah cara mereka melakukan improvisasi dalam bermusik. Ini bukan hanya gimmick, tetapi sebuah pendekatan yang berbeda dalam bermusik. Tidak peduli apa jenis musik yang dimainkan, komunikasi antara musisi sebagai anggota grup sama kuatnya dengan komunikasi antara musisi dan penonton. 

Bisa diibaratkan Pynarello seperti petualang, pemberontak yang fleksibel. Bermain tanpa konduktor ternyata membuat komunikasi antara pemusik yang terlibat makin kuat. Pengalaman inilah yang dibangun secara intens hingga Pynarello pun mampun menarik minat pecinta musik klasik di Belanda dan dunia internasional. Kedatangan mereka ke Indonesia merupakan bagian dari kerjasama antara pemerintah Indonesia dengan Belanda terkait arsip permuseuman. Itulah sebabnya sebelum pentas di Erasmus Huis, Pynarello tampil lebih dulu di Innercourt Museum Bank Indonesia. Konser ini sengaja digagas dengan harapan untuk terus menguatkan sektor pariwisata dan industri keratif di Indonesia. Budaya ini dipercaya bisa menjadi motor pendorong yang sangat ampuh untuk menarik wisatawan mancanegara ke Indonesia. Tentu dengan semakin banyaknya kunjungan wisatawan asing, maka diharapkan dapat meningkatkan devisa negara dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional. 

Selain itu adanya kerjasama di sektor kebudayaan dengan para musisi berprestsasi internasional juga bisa mendorong para pelaku seni dan industri kreatif Indonesia agar terus mengembangkan diri. Cara ini bisa mendorong para musisi Indonesia untuk bersaing dengan para kreator tingkat dunia. Hingga awal Februari mendatang, Lonneke dan kawan-kawan akan terus berada di Indonesia. Mereka akan berkunjung ke kota Medan dan Surabaya untuk pamer kekompakan dalam bermusik di sana. 

#musik #erasmushuis

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon