• Vicharius DJ

‘Matter and Place’ Semangat Awal Tahun Museum MACAN


Enam seniman menampilkan karya-karya seni yang menghubungkan antara materi dan observasi diri yang mempengaruhi cara kita memaknai identitas diri. Penasaran? Pada awal tahun 2019 ini Museum MACAN menyelenggarakan pameran bertajuk “Matter and Place” atau memiliki arti ‘Materi dan Tempat’. Pameran berlangsung mulai 13 April-21 Juli 2019 di area Taman Patung, Museum MACAN Jakarta. Para seniman terpilih menggunakan pendekatan material karya untuk menghadirkan sejumlah gagasan antara lain isu sosial, politik, ekonomi serta lokasi geografis yang spesifik. Karya-karya ini menurut Kurator Pameran, Asri Winata, juga menginterpretasi pandangan tentang tempat. “Matter and Place adalah langkah berani di mana seni disandingkan bersama teori kemudian ditampilkan untuk audiens kami. Kami harap pameran ini bisa menggugah rasa ingin tahu,” ujar Direktur Museum MACAN, Aaron Seeto. 

Memasuki ruang pameran, khalayak akan terpukau dengan karya setinggi 5 meter yang disebut “Elevation”. Karya seni arsitektur itu hasil tangan dingin Isandra Matin Ahmad atau dikenal dengan panggilan Andra Matin. Sebelumnya karya ini telah dipamerkan di Pameran Seni Arsitektur di Venesia, La Biennale yang ke-16 tahun lalu. Paduan tujuh motif anyaman rotan dari Elevation ini sungguh memikat mata. Pengunjung bisa melihat anyaman rotan yang mengelilingi tangga spiral dari kayu jabon. Salah satu motif anyaman rotan berasal dari suku Dayak di Kalimantan. Andra yang berprofesi sebagai arsitek ini menyebut karyanya penuh makna, bukan sekedar instalasi arsitektur saja. “Indonesia punya sejarah atau kekayaan budaya tentang arsitektur dan salah satu kekayaannya adalah keterampilan menganyam. Ini digabungkan jadi satu,” jelas Andra. Menjelajah lebih dalam lagi, pengunjung bisa melihat sembilan rumah tradisional Indonesia. Terdapat Rumah Joglo dari Jawa, Honai dari Papua, Rumah Waerebo dari Flores dan sebagainya. Harapannya, sekaligus bisa mengenalkan keberagaman rumah adat kaya budaya. Instalasi lain yang bisa ditemui adalah “Tadika Getah” yang dibuat oleh seniman asal Malaysia, Shoosie Sulaiman. 

Selain Andra Matin, pameran “Matter and Place” juga menghadirkan karya perupa asal Malaysia Shooshie Sulaiman, Theaster Gates, FX Harsono, Genevieve Chua dan Danh Vo. Mengangkat tema tempat, seniman asal AS, Theaster Gates menunjukkan karyanya ‘A Transgressive Wyoming’. Setengah permukaan karyanya dicat dengan bahan sama dengan yang digunakan untuk atap rumah-rumah lokal. Project ini kebetulan dikerjakan bersama ayahnya yang berprofesi sebagai pekerja konstruksi. 

Selanjutnya ada 3 lukisan skala besar karya Genevieve Chua dan Danh Vo asal Vietnam. Danh Vo menggunakan material ramah lingkungan yaitu kardus bekas yang dilapisi kertas emas. Kardus-kardus bekas itu diimpor dari belahan barat dunia ke Vietnam. Banyak persoalan identitas yang bisa diceritakan Danh Vo melalui karyanya. Sementara itu, karya unik FX Harsono hadir melengkapi pameran ini. Dua buah lukisan ‘Wipe Out #1’ dibuat dari performance art ‘Writing In The Rain’ sebelum pembukaan resmi acara di Museum MACAN. Pameran ini sungguh sayang untuk dilewatkan. Menikmati pameran ini seperti menyegarkan mata dengan sajian seni bermakna mendalam. 

#museummacan

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon