• Vicharius DJ

Off The Wall Jakarta, Cara Asyik Menikmati Seni dari Pinggiran Jalan


Sejak awal pekan Mei lalu ada yang berbeda di sepanjang jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Tepatnya di kawasan kompleks Duta Merlin Harmoni. Deretan mural dan grafiti bertajuk Off The Wall Jakarta mewarnai dinding seluas lebih kurang 752 meter persegi. Kumpulan mural itu terbagi menjadi empat karakter yang masing-masing memiliki khasnya sendiri. Salah satunya mural karya seniman asal Indonesia, Stereoflow alias Adi Darman yang lebih banyak bermain campuran dan gradasi warna dalam pembuatan karya. Mayoritas warna yang digunakan dalam proyek puncak Off The Wall Jakarta adalah biru muda, merah muda, kuning, hitam dan putih. Disusun secara epik dengan garis lurus, diagonal hingga melintang. 

Menurutnya, karya seni mural raksasa dalam kegiatan Off The Wall Jakarta kali ini lebih menonjolkan keunikan masing-masing seniman dalam melukis di dinding ketimbang pesan yang ingin disampaikan. “Tentu ada pesan tertentu, tetapi ini lebih pada nunjukkin style dan teknik kami sebagai seorang seniman. Saya lebih banyak main warna,”katanya. Tiga seniman lain yang ikut bergabung dalam proyek itu adalah L’Atlas (Jules Dedet Garnel) dan Katre (Antonin Givern) asal Prancis serta Darbotz asal Indonesia. Karya seniman L’Altas terlihat sangat unik dengan permainan garis menyerupai kaligrafi yang didominasi warna biru tua. L’Atlas bercerita bahwa dirinya memang tertarik dengan seni kaligrafi yang kini menjadi ciri khasnya sebagai seorang seniman. Untuk itu, dia pernah berkeliling dunia selama beberapa tahun dalam rangka menemui master of calligraphy dan belajar tentang hal itu. “Untuk bisa sampai di titik ini banyak hal yang telah saya lalui. Saya belajar tentang arkeologi, saya belajar juga tentang sejarah seni karena ini sangat penting, tetapi yang paling mendalam adalah soal kaligrafi, saya traveling sekitar 10 tahun untuk belajar tentang itu,” ujarnya. 

Sementara mural milik Katre menggambarkan ruang dengan warna oranye dan biru. Karya seni lukis berbentuk arsitektur bangunan memang merupakan ciri khasnya. Dia mengatakan bahwa memang sering mengunjungi bangunan atau pabrik secara langsung sebagai inspirasi karya. “Saya hobi fotografi, terlebih untuk bentuk arsitektur ruang. Saya sering pergi ke pabrik atau sebuah gedung lalu memotretnya. Dari situ saya buat karya seni yang mengombinasikan berbagai tempat yang pernah saya kunjungi,” katanya. Terakhir adalah karya seni mural dari seniman lokal, Darbotz, yang dikenal dengan objek imajinatif. Dalam karyanya di kegiatan Off The Wall, terlihat dia menggunakan dominasi warna hitam dan putih, diselingi garis kuning. Terdapat beberapa lingkaran yang di dalamnya berisi berbagai objek lain dengan bentuk yang beragam. 

Claire Thibaud Piton, kurator acara Off The Wall Jakarta 2019, mengatakan bahwa seni grafiti yang identik dengan seni jalanan pada dasarnya merupakan karya seni yang dekat dengan masyarakat secara langsung. Berbagai aspek dipertimbangkan dalam memilih empat seniman tersebut. Utamanya adalah kemampuan dan keunikan masing-masing dalam menterjemahkan sebuah ide ke dalam seni mural. Terlebih, keempatnya merupakan seniman yang telah memiliki nama di kancah internasional terkait dengan seni mural atau grafiti. “Off The Wall diadakan sebagai cara agar warga Indonesia bisa menikmati karya seni secara lebih sederhana, tidak perlu formal datang ke museum atau pameran seni, tetapi bisa dinikmati di jalanan yang biasa kita lewati,” ujarnya. 

#offthewall #mural

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon