SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon
  • Vicharius DJ

Excursio, Sebuah Perjalanan Artistik Para Seniman


Oleh Vicharius DJ

Jakarta Illustration Visual Art (Jiva) dan Galeri Nasional Indonesia menggelar pameran bersama dengan tajuk Excursion. Pameran tersebut sudah dibuka sejak 8 Januari lalu dan berlangsung hingga 27 Januari mendatang. Terdapat 19 perupa yang ikut ambl bagian dalam pameran tersebut Mereka di antaranya Ponk-Q Hary Purnomo, Tomy Faisal Alim, Deddy PAW, Ghanyleo, I Dewa Made Mustika, Syis Paindow, juga beberapa kolaborasi seniman seperti yang dihadirkan oleh Sri Hardana-Rengga Satria-Jason Ranti, Agustan-Kana Fuddy Prakoso, Fitrajaya Nusananta-Sohieb Toyaroja, Jono Sugiartono-Krismarliyanti, RB Ali-Yayat Lesmana, serta Hendrikus David Arie-Teguh Hadiyanto. 

Para seniman tersebut mengemas berbagai perjalanan berkesenian mereka ke dalam karya-karya visual berupa lukisan, patung, dan instalasi yang masing-masing memiliki keunikan serta ciri khas tersendiri. Excursion sekaligus menandai lima tahun Jakarta Illustration Visual Art (JIVA) yang diinisiasi oleh Ghanyleo. Frigidanto Agung, kurator pameran mengatakan Excursion adalah padanan kata journey atau perjalanan. Tetapi dalam excursion kata perjalanan menjadi bertambah dalam pengertiannya. Dalam konteks kesenian, Agung menyebut excursion dapat dipahami sebagai perjalanan artistik seorang seniman yang dapat teraba dari perkembangan karya-karyanya seiring perjalanan hidup sang seniman. 

Agung menyebut Excursion mengusung tiga bagian yang dapat dijadikan wacana untuk mengembangkan sudut pandang. ’’Pertama, misi ragawi. Diwujudkan dalam rangkaian seni instalasi,’’ terangnya. Misi ragawi lebih memperlihatkan wujud terkait ketubuhan dalam memberi arah nyata imajinasi. Kedua, menjiwai raga yang menekankan pada bentuk eksis atau telah terlukis pada rentang waktu terdahulu. Dapat pula dipahami sebagai proses seniman di masa dulu dan kemudian memberi arti baru pada masa kini. ’’Ketiga, jiwa dalam raga. Proses interpretasi bagaimana melihat jiwa yang ada dalam raga, lalu dituangkan di atas kanvas,’’ katanya. 

Melalui ketiga bagian tersebut, karya seni dalam pameran ini dapat menunjukkan bagaimana raga digunakan untuk menjembatani subjektivitas sehari-hari dengan permasalahan artistik karya seni yang dihadapi dengan lebih jernih dan fundamental. 

#JakartaIllustrationVisualArt