top of page
  • Vicharius DJ

Bicara Krisis Pangan Lewat Mural dan Seni Instalasi

Komite Seni Rupa DKJ menggelar Seni Instalasi Road to Jakarta Biennale - Pameran Seni Ruang Publik. Mereka bekerja sama dengan Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) dan komunitas seni Jakarta Art Movement (JAM) mengusung tema Daulat Pangan Lokal.  


Pameran ini beranjak dari gagasan bahwa seni mural mampu secara langsung memberi pesan pada publik, memaknai ulang peristiwa-peristiwa dengan karakter khasnya, sekaligus membaca secara gamblang fenomena yang mendesak menyangkut hajat hidup orang banyak. 


Terutama, tatkala krisis pasokan pangan global terjadi sebab konflik perang berlarut di sejumlah negara, perubahan iklim ekstrim bumi yang mengancam panen raya, serta kewaspadaan ketersediaan pangan lokal (Indonesia). 

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan kolaborasi multisektor menjadi kunci dalam upaya menjaga ketahanan pangan. Dalam hal ini, pihaknya mendukung upaya bersama dalam membangun pangan yang kuat karena ini sifatnya multisektor dan multiaktor. 


“Badan Pangan Nasional tidak bisa sendiri, diperlukan sinergisitas dan kolaborasi dengan seluruh stakeholders pangan dari hulu ke hilir bersama sektor pentahelix government, academics, business, community, dan media” ujar Arief.

Menurutnya, lewat kesenian mural diharapkan pesan kedaulatan, ketahanan, keamanan, dan keanekaragaman pangan yang selama ini terus dikampanyekan Badan pangan Nasional dapat diterima dan diinternalisasi dengan lebih mudah oleh khalayak, khususnya generasi muda sebagai penerus tongkat estafet bangsa.


“Melalui gelaran ini, kita berharap isu-isu pangan menjadi lebih mudah diterima publik. Kita percaya bahasa seni adalah bahasa yang universal sehingga mampu menembus ruang-ruang pemahaman secara lebih komprehensif,” ungkapnya.

Sementara, Kurator Seni dari komunitas Jakarta Art Movement, Bambang Asrini menyatakan, bahwa seni mural memiliki karakter istimewa yang mampu menarik perhatian kaum muda dengan sifatnya yang egaliter dan bersentuhan dengan ruang-ruang publik luar ruang dan demokratis.


Selain mural, kegiatan ini juga menampilkan karya seni instalasi dari lima seniman ternama seperti Edi Bonetski, MS. Untung, Muh Saleh, Tantio Adjie, dan Yayat Lesmana. Pameran instalasi tersebut berlangsung hingga 11 Januari mendatang. “Acara ini juga bagian tak terpisah dari komitmen Dewan Kesenian Jakarta  berkolaborasi dengan berbagai pihak, selain program tahunan seni public luar ruang berupa live mural dan instalasi untuk menyongsong acara Jakarta Biennale,” ujar Aidil Usman, yang menjabat Ketua Komite Seni Rupa, Dewan Kesenian Jakarta.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentários


bottom of page