• Vicharius DJ

Disabilitas Tak Jadi Penghalang Prestasi Perupa Diego Luister

ARTOTEL Thamrin masih konsisten mendukung eksistensi seni rupa Indonesia dengan gelaran pameran lukis yang diselenggarakan secara berkala. Kali ini giliran seniman Diego Luister Berel yang mendapatkan kesempatan untuk memamerkan karya lukisnya yang bergaya abstrak dan surealis.

 

Tampilnya karya lukis Diego terasa sangat spesial bila melihat bahwa ia orang dengan down syndrome. Kenyataanya hal itu tak menghentikan langkahnya. Diego menamai pameran tunggalnya dengan tajuk, Pulasan Warna Rupa Jiwo. Ia berkolaborasi dengan Yayasan Matalesoge yang selama ini menaungi individu berkebutuhan khusus dengan memajang 17 karya.

 

Sandra, ibunda Diego menuturkan sebelum ditemukan bakat melukis di diri anaknya, dia tidak tahu jika Diego punya pilihan warna dan gaya tersendiri. Semua capaian ini membutuhkan proses panjang. “Memang ada guru melukis yang mengajarinya juga. Dari beberapa talenta, di situ kelihatan kalau Diego pandai dalam melukis. Akhirnya, dia memilih warna yang independen dan kami orang tuanya menjadi asisten,” ujarnya.

 

Secara khusus, Diego mengembangkan bakatnya di salah satu sekolah berkebutuhan khusus di selatan Jakarta. Namun menurut Sandra, Diego mewarisi bakat dari ayahnya yang gemar mendengar musik dan melukis. “Apa yang dia pikirkan, lukisan ini adalah jiwanya. Dia merasa ingin memakai warna dan keinginan melukisnya begitu kuat. Semua melalui proses dan dari semua itu kami membebaskannya,” sambung Sandra.

 

Sebelum menggelar pameran tunggal di ARTOTEL Thamrin, lukisan ciptaan Diego pernah dilelang di Balai Lelang Sotheby's Jakarta dan hasilnya disumbangkan ke SD di Kupang, NTT. Diego juga pernah memenangkan juara pertama di ajang Holy Art London dan menjadi finalis di ajang International Juried ART Competition untuk Abstract Category 2022 di Los Angeles, Amerika Serikat.

 

Lukisan-lukisannya banyak dipamerkan di Malaysia, Singapura, Inggris, Belanda, Jerman sampai Amerika Serikat. Direktur Marketing & Communication, Yulia Maria, mengatakan sejak tahun ini pihaknya telah meluncurkan program suistanabilty yang ramah bagi individu berkebutuhan khusus.

“Ini kali pertama kami menggelar pameran di Jakarta, nanti bakal ada di 8 artspace lainnya di ARTOTEL. Gimana caranya ramah bagi anak-anak berkebutuhan khusus dan bisa staycation dengan nyaman dan kami ingin mendukung anak-anak berkebutuhan khusus untuk berkarya,” tukasnya.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua