top of page
  • Vicharius DJ

Eksperimen Rekonstruksi Widi Wardani di Atas Kanvas

Perupa Widi Wardani hadir kembali dalam pameran tunggal bertajuk Reconstruction di Sewu Satu Galeri. Lewat pameran ini Widi mencoba 'mengganggu' persepsi publik terkait terma lukisan. Kendati wacana ini sudah banyak digelontorkan seniman sebelumnya, tapi Widi memberi warna baru dalam mengaktualisasikan sejauh mana material seni lukis dapat diolah di atas bidang.


Ia mengambil inspirasi dari dinding yang catnya sudah timbul lalu dibawanya lebih jauh ke dalam pertanyaan tentang plastisitas medium lukisan tradisional, yaitu kanvas. Di pameran ini, dia ingin membuktikan bahwa kanvas bukan sekadar kain, tapi juga mengandung karakter fleksibilitas.

Untuk memunculkan tegangan tersebut, Widi menggunakan dakron sebagai penguat gelembung, sehingga menghasilkan citra abstrak yang khas. Apa yang ingin disampaikan oleh sang seniman, sepintas berhasil menunjukkan bahwa kanvas adalah material plastis sehingga bisa diolah sedemikian rupa.


Salah satu karya yang ia tampilkan adalah lukisan berjudul Attainable 7. Lukisan yang terdiri dari beberapa panel itu tampak seperti tembok yang terkelupas, atau papan wall climbing dengan palet tersier dengan tekstur yang bergelombang.

Namun, saat didekati, tonjolan-tonjolan di atas spanram itu nyatanya adalah kanvas yang dibentuk sedemikian rupa. Di bawah sinaran lampu, gelembung yang sepintas membentuk objek abstrak itu menghasilkan kesan yang lembut sekaligus keras. Ada tegangan estetika re-materil yang hadir di sana.


Sebagai bentuk eksperimentasi, apa yang digagas oleh Widi sepertinya masih jauh bisa berkembang bila melihat kemungkinan yang ada. Secara keseluruhan, karya-karya dalam pameran ini juga hampir mirip satu sama lain. Sehingga, kesan yang muncul adalah sang seniman seperti membuat karya-karya repetitif.


Nuansa repetisi itu misalnya, mewujud dalam karya Attainable 4 dan Attainable 6. Widi masih menggunakan pola yang sama dalam menghasilkan tekstur kanvas meski pola yang dibuat berbeda, baik dari segi warna dan gelembung dengan ukiran yang variatif.

Eksplorasi artistik yang sama juga masih terlihat dalam karya Attainable 8 yang terdiri dari tiga panel. Nuansa visual yang membedakan karya ini dengan sebelumnya adalah jukstaposisi penempatan bidang kanvas, serta tone warna yang memberi kesan dingin karena menggunakan palet ungu.


Menurut Widi lewat rekontekstualisasi terkait material kanvas ini, tujuannya memang ingin melemparkan kembali wacana mengenai seni lukis. “Nilai sebenarnya dari identitas material kanvas itu relatif, oleh karena itu penilaian terhadap karya ini tidak pernah mutlak,” katanya. Karya Wardani masih dapat Anda saksikan hingga 2 Juni mendatang.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comments


bottom of page