top of page
  • Vicharius DJ

Eksplorasi Ruang, Jiwa, dan Manusia

Hampir satu dekade yang lalu perupa Khaidir Supartini menggelar pameran di Jakarta. Tahun ini ia kembali hadir di ibu kota. Pameran tunggal seniman asal Yogyakarta yang berada di PITA Showroom, Sequis Tower, Jakarta, menampilkan puluhan lukisan, drawing, dan patung hingga 25 November 2023.

Khadir Supartini mengatakan pameran tunggal keduanya di Jakarta merupakan kelanjutan dari eksibisi Behind the Eye yang digelar di Yogyakarta pertengahan tahun ini. Menurutnya di pameran tunggal tersebut ada satu lukisan yang menampilkan simbol orang-orang pasar. “Dari situ berdiskusi, jadinya Pasar, People, Portraits karena nggak cuma berbicara soal pasar juga, tapi eksplorasi terbaru saya yaitu lukisan batik,” ungkapnya.


Khadir mengatakan ada banyak pelaku pasar tradisional di Tanah Air yang seakan tak dikenali ataupun terpinggirkan. Padahal orang-orang tersebut yang menunjang perekonomian Indonesia. “Ibu saya juga seorang pedagang pasar tradisional, saya mau pelaku di pasar ini dibawa ke ranah metropolitan. Membawa simbol orang pasar jadi mengglobal,” tambahnya.

Dalam pameran tunggal kali ini, ia menampilkan sebanyak 20 drawing, lukisan kanvas 20 panel, serta patung 18 figur yang dipilihnya dari pelaku pasar di area dekat rumahnya.


Karya yang ditampilkannya mengeksplorasi hubungan antara ruang, manusia, dan jiwa dalam mengekspresikan pikiran dan perasaan manusia, baik ketika berdiri sendiri maupun saat berinteraksi dengan orang lain atau dengan ruang-ruangnya.

Alwi Sjaaf, sosok di balik PITA dan LAFLO, yang juga menjadi exhibition officiator pameran Khadir Supartini menambahkan karya lukisan, patung, drawing dan lukisan batik Khadir Supartini, berdialog harmonis dengan elemen elemen desain dan produk di ruang pamer PITA.


“PITA Showroom ini kami buka kepada publik untuk menjadi ruang publik bagi produk seni dan desain. Karena bangunan ini adalah cagar budaya yang memang dilestarikan sejak awal 1970-an. Karya ini seolah menjadi ruang refleksi, kepekaan dan tendensi Khadir yang seringkali mengulas isu-isu marginal,” pungkasnya.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Kommentare


bottom of page