• Vicharius DJ

Imaginasi Zico tentang Sejarah Seni Rupa Indonesia

Seniman muda asal Bandung, Zico Albaiquni menggelar pameran tunggal di Yavuz Gallery Spac8, Ashta District 8, Jakarta. Zico mengusung tema "Tilem. Diruptive Liminalities" yang dikuratori Sadiah Boonstra. Selama dua bulan mendatang, pengunjung bisa menikmati berbagai seri karya milik Zico yang menyoroti sejarah seni rupa Indonesia serta hirarki dan kolonialismenya.


Menurut Sadiah, Zico tak hanya berbicara masalah itu saja, namun lukisan-lukisannya juga berpengaruh pada sosial, politik, dan merespons dunia seni yang berkembang di Bandung. Dalam setiap karyanya, Zico selalu menyinggung berbagai isu lingkungan, kolonialisme, dan sejarah seni rupa Indonesia.


“Kami melihat pameran sembari mengajak pengunjung untuk memikirkan 'apa itu seni bagi masa kini' atau 'apa gunanya seni’. Saya menyebutkan sebagai 'spirit' seniman Bandung,” kata Sadiah.


Karya-karya Zico Albaiquni dikenal dengan palet warna yang terang serta menguji praktik seni rupa Indonesia yang terkenal dengan berbagai mazhab-nya. Karyanya juga membongkar teknik unik dari image-making. Zico melakukan tumpukan pada gambar-gambar arsip imperial dan melakukan imajinasi ulang narasi yang ada di Indonesia.

Ia mencetak gambar tersebut lalu menimpanya dengan pigmen yang ada. Hasilnya adalah berbagai lukisan dengan multilayer. “Saya melihat proses image-making itu seperti print baliho yang ada di mana-mana. Kalau sudah mulai dipakai, saya mencoba untuk menggunakan medium print dari banyak arsip sejarah dan komposisi di dalamnya,” katanya.



Pameran ini dapat dilihat sebagai sebuah proses untuk menyembuhkan luka kolonial dengan membongkar praktik dan struktur yang lampau. Karya-karya terbaru ini yang mengedepankan praktik dan sejarah seni rupa Indonesia dan nilai-nilai kesundaan, membukakan arah yang baru dan yang kurang terjelajahi.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua