• Vicharius DJ

Jelajahi Museum Wayang Lewat Google Arts & Culture

Museum merupakan salah satu ruang publik yang terdampak pandemi Covid-19. Sejak pemerintah menetapkan pembatasan sosial pada April lalu, banyak museum di Jakarta dan di wilayah lain terpaksa menutup kegiatan operasionalnya, termasuk museum Wayang di kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

Setiap hari museum ini selalu dikunjungi wisatawan lokal dan mancanegara yang ingin mengenal lebih jauh mengenai sejarah wayang nasional. Bagi Anda yang belum sempat berkunjung karena aturan pembatasan sosial, tidak perlu khawatir. Kini siapapun bisa melihat beragam koleksi museum Wayang melalui layanan Google Arts & Culture.



Teknologi ini hasil kerja sama Google dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.  Tujuannya untuk membantu siapapun yang tertarik mempelajari warisan budaya Indonesia meski dibatasi ruang. Anda bisa berselancar dengan bebas hanya dengan mengunjungi laman g.co/wayangatau Aplikasi Google Arts & Culture (iOS dan Android).


Halaman ini akan menampilkan 106 buah Wayang yang yang ditangkap oleh teknologi ‘Art Camera’ dari Google, 12 pameran interaktif dari beragam jenis hingga busana yang dikenakan setiap Wayang yang khas dengan daerah asalnya.


Anda juga akan dibawa ke tiga tur street viewyang dilengkapi dengan panduan audio, ditambah video tutorial tentang cara membuat wayang dari awal, yang cocok untuk menjaga keluarga, pecinta kerajinan, atau bahkan mereka yang hanya ingin tahu, tetap aktif dan produktif di rumah.



Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan Nasional, Hilmar Farid mengatakan sebagai salah satu Mahakarya Seni Bertutur dan Warisan Budaya Kemanusiaan Takbenda yang diproklamasikan oleh UNESCO, Wayang tidak hanya sekedar kesenian atau pertunjukkan.


“Wayang adalah media refleksi untuk mewariskan nilai-nilai dari satu generasi ke generasi berikutnya. Ini adalah warisan penting yang dekat dengan hati kita yang perlu dilestarikan dan dirayakan,” ujarnya.

“Berkat kerja sama antara Google Arts & Culture dan Museum Wayang Jakarta, bagian-bagian penting dari warisan ini telah dilestarikan secara digital dan sekarang ditampilkan untuk umum,” sambungnya.



Google Arts & Culture telah menjadi mitra inovasi untuk lembaga kebudayaan di seluruh dunia sejak 2011. Ia menyediakan akses ke koleksi seni lebih dari 2.000 museum. Inisiatif ini adalah cara mendalam untuk menjelajahi seni, sejarah, dan keajaiban dunia; yang terus mengembangkan teknologi yang membantu melestarikan dan berbagi budaya di seluruh dunia dan memungkinkan kurator untuk membuat pameran yang menarik secara Daring maupun Luring.


“Kami memahami pentingnya melestarikan warisan budaya sebagai bagian dari identitas suatu negara. Kami berharap dapat terus melestarikan dan merayakan lebih banyak warisan dan budaya Indonesia secara digital di masa mendatang,” tutup Ryan Rahardjo, Manajer Senior Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah, Google Indonesia.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon