• Vicharius DJ

Kejutan yang Berkelanjutan di Distrik Seni X Sarinah

Distrik Seni x Sarinah menjadi salah satu ruang pamer populer yang ada di Jakarta. Tahun ini, berbagai galeri seni hingga museum mulai aktif lagi dibuka untuk publik dan gencar menggelar berbagai pameran yang ada. Ruang pamer Distrik Seni yang berada di lantai 6 gedung Sarinah Thamrin kini menampilkan sesi kedua dari pameran seni yang mengusung tema 'Berkelanjutan'. Pameran digelar pada 10 September lalu sampai 24 November 2022.

 

Morine Rociana, Direktur Mojisa Creative menuturkan Distrik Seni muncul di tengah-tengah oase kota Jakarta. Bisa dibilang sebagai ruang atau komunitas untuk berkarya. “Kami ini kan sebenarnya konsep yang dihadirkan bakal ada beberapa kejutan, seperti sekarang ada dua sesi pameran, kami akan ada pameran lagi sampai Mei 2023,” kata Morine.

 

Mojisa Creative sebagai art management atau penyelenggara Distrik Seni x Sarinah menggandeng Heri Pemad sebagai direktur artistik, Farah Wardani dipercaya selaku penata artistik distrik, dan kurator Bob Edrian. Melalui adanya Distrik Seni x Sarinah, lanjut dia, pihak ingin mengenalkan dan mendukung berbagai karya seniman lokal Tanah Air.

 

“Inilah salah satu gerbang yang ada di Jakarta dan membuka wawasan di kalangan pemerintahan supaya diberikan apresiasi kepada seniman,” katanya.

 

Selain itu, Morine juga menuturkan Distrik Seni x Sarinah hadir saat pemulihan pandemi yang berkepanjanan. “Saya rasa kita nggak boleh berlarut-larut lagi. Kami mencoba untuk melakukan sesuatu untuk menjawab kesedihan saat pandemi ini,” katanya.

 

Heri Pemad selau Direktur Artistik Seni mengatakan antusiasme pameran lebih dari 60 ribu pengunjung di sesi perta pada Juni-AGustus 2022 membuat mereka termotivasi untuk menghadirkan karya seni rupa yang lebih menarik. “Ada 30 seniman individu dan kolektif yang terlibat dalam kolaborasi dalam pameran sesi kedua ini. Mereka juga memiliki karakter yang khas dan kuat, serta punya keunikan masing-masing,” pungkasnya.

 

Di pameran seni kedua 'Berkelanjutan!', mereka menghadirkan seniman di antaranya adalah Angki Purbandono, Arahmaiani, Ari Bayuaji, Devto Printmaking Institute, Dewa Budjana, Entang Wiharso, kolektif Gerilya asal Bandung, Iwan Effendi, Made Djirna, Maharani Mancanagara sampai Wulang Sunu.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua