• Vicharius DJ

Kisah Citraresmi dalam Pertunjukan Teater Daring

Galeri Indonesia Kaya sukses menayangkan Pertunjukan teater Bunga Penutup Abad secara Daring di situs Indonesia Kaya akhir pekan lalu. Lewat program #NontonTeaterDiRumahAja, Galeri Indonesia Kaya mengajak para pencinta seni untuk menikmati pementasan saat berada di dalam rumah.


Diputar secara streaming, rekaman teater tari Citraresmi akan ditayangkan pada 25-26 April 2020 pukul 14.00 WIB di website www.indonesiakaya.com dan chanel YouTube Indonesia Kaya. Teater tari karya Toni Lesmana ini mengangkat kisah mengenai Dyah Pitaloka Citraresmi dan tragedi Perang Bubat pada tahun 1261 tahun Saka atau 1339 M, di Kawali, pusat dari Kerajaan Galuh.



Ceritanya disebut dalam karya sastra Kidung Sundayana, kitab Pararaton, dan kitab Pusaka Pararatwan i Bhumi Jawa Dwipa. Saat perempuan selalu diposisikan pada subordinat berabad-abad lamanya.


Happy Salma selaku produser pertunjukkan mengatakan sosok Citraresmi yang ditampilkan Maudy Koesnaedy menghadirkan kondisi perempuan saat itu. “Bersama para seniman perempuan lainnya, serpihan pergulatan jiwa Citraresmi saat terjadi Perang Bubat akan dihadirkan dalam seni peran, seni tari, dan seni suara sebagai satu kesatuan lakon sebagai bentuk pertunjukan Citraresmi,” tuturnya melalui live Instagram.


Selain menampilkan Maudy Koesnaedi, pementasan yang disutradarai oleh Wawan Sofwan ini juga menampilkan Miming Suwandi, Rinrin Candraresmi, Ida Rosida koswara, Ria Ellysa Mifelsa, Hanna Rosiana, Maudy Widitya, Wina Rezky Agustina, Dini Dian Anggraeni, Ulfa Yulia, dan Elfira Sofianni Putri.



Maudy Koesnaedi menceritakan pertama kalinya menjadi menjadi karakter utama di panggung teater. “Banyak yang nggak tahu aslinya adalah orang Sunda. Pas Happy Salma menawarkan pementasan untuk Citraresmi ke aku, langsung mau. Ini kan berdasarkan cerita sejarah, memang pernah terjadi di Ciamis,” tuturnya.


Maudy pun banyak belajar sejarah Sunda dan mengenai berbagai hal tentang kerajaan Galuh. Ia juga menyempatkan diri berziarah ke makam Citraresmi.


Pertunjukan teater tari Citraresmi mengisahkan putri kerajaan Sunda bernama Citraresmi. Ia bersama rombongan kerajaan didampingi ayahnya, Prabu Linggabuana, dan ibunya Ratu Laralinsing mau melangsungkan perkawinan dengan Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit yang melamarnya.


Tapi sesampainya mereka di Bubat tak ada sambutan dari sang peminang, malah Patih Gajah Mada meminta Kerajaan Galuh menyerahkan Citraresmi sebagai upeti. Berperan sebagai putri kerajaan Sunda, Maudy butuh waktu satu minggu untuk menghapal naskah yang panjang tersebut.



“Seminggu menghapal naskah yang lumayan panjang, itu pementasan pertama saya dengan dialog bertutur yang sangat panjang,” tutur Maudy. Sebelumnya, Maudy mengaku sudah pernah bermain lakon atau teater bersama sanggar teater, wayang orang, serta musikalisasi puisi. Tapi ketika tawaran dalam teater tari Citraresmi ada, ia harus belajar banyak.


“Jadi memang agak lumayan beban berat dengan waktu belajar yang singkat,” tuturnya.


Untuk menghapal naskah panjang itu, Maudy butuh konsentrasi tinggai dan melakukan latihan fisik. “Saya sampai menarik dua orang sampai naskah itu selesai. Latihan fisik ini yang seru juga,” tukasnya.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon