• Vicharius DJ

Malin Kundang Berbungkus Teater Musikal

Teater Musikal Malin Kundang akhirnya tayang perdana secara daring. Pertunjukan ini merupakan bagian dari program #MusikalDiRumahAja persembahan BOOW LIVE x IndonesiaKaya.com. Di situasi pandemi COVID-19, #MusikalDiRumahAja jadi pentas musikal perdana yang tampil secara virtual.


Musikal Malin Kundang menggabungkan antara artistik teater yang disutradarai oleh Rama Soeprapto dan film yang dikomandoi Pritagita Arianegara. Pementasan yang diadaptasi dari cerita rakyat asal Padang, Sumatera Barat, digelar di saluran YouTube IndonesiaKaya, https://www.youtube.com/watch?v=dZaRInn4Fno.



Sutradara teater Rama Soeprapto mengatakan proses pembuatan musikal dibuat di masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB) melalui zoom dan syuting dengan aturan protokol kesehatan yang diterapkan pemerintah.


“Kami melakukan Zoom untuk reading dan latihan vokal, ketemu di hari H saat syuting langsung pengadegan, akting coach, dan semuanya di satu tempat. Memang sistem ini agak beda dari pertunjukan biasanya,” tutur Rama.

Musikal Malin Kundang menghadirkan Dea Panendra sebagai Rubayah (ibu Malin Kundang), Nino Prabowo (Malin Kundang), Desmonda Cathabel sebagai Nur, dan Naura sebagai narator. Ini adalah panggung virtual perdana mereka setelah para pemain mendapatkan beasiswa untuk ilmu panggung dengan standar broadway di New York pada 2019 lalu.



Dea Panendra mengatakan pentas musikal ini menjadi tantangan buat para pemain dan tim saat pandemi COVID-19.

“Buat aku ini jadi tantangan ya buat kita semuanya, dilakukan secara daring dan virtual. Biasanya kan tatap-tatapan, serba virtual juga dan kadang juga terkendala sinyal. Ini tantangan tapi juga menyenangkan,” katanya.


Menurut Dea, saat masa PSBB ketika semua orang diharuskan berada di dalam rumah, banyak energi yang dipendam dan harus disalurkan. Ketika ada ajakan main musikal, ia langsung mengiyakannya.



“Karena kan jadi sejarah baru juga di dunia seni pertunjukan seperti ini. Buat aku pribadi, ada banyak tantangannya juga soal tautan umur dengan Nino juga,” katanya.


Musikal Malin Kundang menghadirkan cerita babak akhir dari legenda tersebut. Saat Malin Kundang diajak istrinya kembali ke kampung halaman.

Dari situlah, pasangan kaya raya itu bertemu dengan ibu Malin Kundang dan tidak mengakui perempuan tua dan miskin itu sebagai ibunya. Ia memaki sang ibunda sampai semesta pun murka.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon