• Vicharius DJ

Media Art Globale 2021 Hadir Secara Hybrid

Siapa bilang seni hanya sebatas lukisan, patung, maupun pertunjukan. Karya seni juga bisa tercipta hasil kolaborasi dengan teknologi dan sains yang kerap dikenal sebagai seni media baru atau new media art. Di Indonesia, seni media baru kian digemari masyarakat. Pegiatnya pun berbondong-bondong menciptakan kreasi tak biasa yang membuat karya mereka lebih dekat dengan generasi muda.

Media Art Globale (MAG) adalah festival bertema seni, teknologi, dan sains yang menampilkan karya-karya mutakhir yang diadakan setiap dua tahun sekali di Jakarta, Indonesia yang diadakan oleh Connected Art Platform (CAP). Sajian seni di Media Art Globale 2021 yang mengusung tema Infinity an Adaptation Movement melampaui itu semua.


Seperti karya sound art berjudul How Do u Taste? ciptaan seniman keturunan Jawa-Jepang, Utami Atashia Ishii. Dari ratusan jenis sambal khas Nusantara, ia mengubahnya menjadi sound art yang indah. Direktur Program dan Artistik Media Art Globale 2021, Mona Liem mengatakan sambal di Indonesia ada sekitar 322 sambal yang diakui. “Sadar nggak sadar, sambal ada dalam keseharian kita. Ketika ke luar negeri dan beradaptasi makan pasti bawa sambal dan mie instan,” tuturnya .

Menurut penuturan Mona Liem, Media Art Globale juga fokus membicarakan pada rempah-rempah di Indonesia. Karya yang dihadirkan Utami mewakili identitas bangsa Indonesia. “Kekuatan itu yang coba kami hadirkan dalam festival. What we have itulah yang kami fokuskan. Utami membuatnya dengan sound art yang indah dan bisa dilihat di website resmi kami,” ujarnya.


Sama halnya dengan karya seni Budi Sriherlambang bersama para pengajar di kampusnya yang merupakan dosen seni media baru. Mereka menghadirkan Collective Concession yang terinspirasi dari permainan tradisional.

"Kami berpikir Indonesia punya apa yah yang bisa kita kasih lihat ke orang luar, kita itu punya permainan ular naga panjang yang dibuat dengan basis teknologi. Konteksnya new digital dan di alam permainan yang mengakar nilai leluhur ada kesepakatan, kepercayaan, kerja sama, dan nilai itu yang mau diajarkan," katanya.


Ada juga karya seni Urb-Sense dari Nantlab yang berasal dari geografis sebuah wilayah. Mona Liem menuturkan karya interaktif ini mengajak publik untuk masuk dan mengenali kotanya sendiri. “Siapa pun bisa masuk dan berinteraksi dengan karya ini, masuk dengan nama dan email. Lalu masukkan domisili, maka akan terlihat karya partisipatif seperti ini,” ungkapnya.

Karya yang disesuaikan di masa pandemi ini mencoba untuk memanfaatkan potensi alat digital yang tak terbatas. Untuk merasakan pengalaman berinteraksi dengan karya seni Nantlab dan 5 seniman lainnya di Media Art Globale 2021, para pencinta seni bisa mengunjungi situs di www.mediaartglobale.com. Bagi Anda yang tidak sempat menyaksikan pertunjukan daringnya, tak perlu risau. Media Art Globale akan tetap hadir secara luring pada November mendatang di Jakarta (M Bloc Space, Pos Bloc Jakarta) dan Yogyakarta (JNM Bloc).




0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua