• Vicharius DJ

Melawan Covid-19 dengan Pameran dari Rumah

Meski sempat mengganggu, pandemi Covid-19 rupanya tidak menghambat kreativitas para pelaku seni. Namun, dengan adanya wabah virus corona jenis baru ini, para seniman harus mulai beradaptasi dengan pameran visual sebagai ruang untuk menampilkan karya seni. Pada bulan lalu, Kemenparekaf RI mewadahi Pameran dari Rumah sebagai ruang pamer online bagi para seniman rupa. Setidaknya, pendaftaran pameran yang dilakukan sejak 19 Mei lalu itu telah diikuti 617 seniman dari penjuru daerah.


Terdapat 150 karya yang terpilih dan lolos untuk unjuk gigi dalam pameran seni rupa virtual Pameran dari Rumah. Salah satu karya yang lolos adalah lukisan yang berjudul The Bottles Choice karya M. Ivan, pelukis asal Kota Mojokerto. ’’Ini adalah pameran virtual pertama kali yang saya ikuti,’’ ujarnya.



Karya The Bottles Choice sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali dengan Covid-19. Ivo mengatakan jika lukisan acrilic on canvas berukuran 140 x 150 cm ini menceritakan tentang filosofi hidup. Setiap goresan dengan teknik lukis palet itu menggambarkan tentang aneka ragam pilihan hidup. Hal itu diibaratkan Ivo dengan beragam botol dengan berbagai macam bentuk. Namun, lukisan yang dibuat pada 2019 lalu itu berhasil lolos seleksi Pameran dari Rumah.


’’Kebetulan tema bebas. Karena pameren Kemenpareraf itu temanya menjaga api semangat,’’ tandasnya. Dia pun mengaku beruntung namanya masuk dalam 150 seniman rupa pameran visual yang digelar Kemenparekraf.


Pasalnya, pelukis yang akrab disapa Ivo ini merasa tidak terlalu menguasai tentang teknologi informasi. Bahkan, untuk daftar saja dia meminta bantuan kepada keponakannya. Namun, menurutnya seniman saat ini harus mau beradaptasi. Pasalnya, selama pandemi Covid-19, nyaris tidak ada ruang pamer karya seni yang digelar. Namun, yang ada saat ini justru pameran visual yang mau tak mau harus diikuti guina menjaga nyala api kreativitas para pelaku seni.



Plt. Deputi Bidang Ekonomi Digital dan Produk Kreatif Kemenparekraf/Baparekraf Josua Simanjuntak dalam webinar dengan tema Bincang Kreatif Seni Rupa Indonesia Pameran Dari Rumah mengatakan program ini diharapkan tidak berhenti pada stimulus pembuatan karya saja. Tetapi menjadikan stimulus ini bisa dikelola lagi lebih jauh, sehingga menciptakan efek bola salju yang bisa dirasakan lebih banyak lagi bagi pelaku kreatif khususnya subsektor seni rupa.


“Dari karya tersebut nantinya bisa dimonetisasi, sehingga bisa membantu ekosistem seni rupa lainnya. Kami terus memikirkan bagaimana karya ini bisa membantu ekosistem para pekerja di subsektor seni rupa. Hal inilah sebenarnya yang menjadi tujuan utama dari kegiatan pameran dari rumah,” ujar Josua.

Pameran dari rumah merupakan stimulus yang diberikan Kemenparekraf/Baparekraf kepada perupa atau pelaku ekonomi kreatif di subsektor seni rupa agar tetap aktif membuat karya dari rumah di masa pandemi COVID-19.


Pada kesempatan yang sama, Pegiat Ekonomi yang juga salah satu kurator Pameran Dari Rumah Irawan Karseno menjelaskan antusias para perupa untuk ikut program pameran dari rumah sangat besar, tercatat ada 500 karya lebih dari perupa yang masuk. Karya-karya tersebut nantinya terpilih 150 yang akan mendapatkan stimulus dari pemerintah.


Ia juga menjelaskan, hasil karya dari para perupa tersebut diharapkan bisa menyajikan semacam galeri secara daring, yang memberikan informasi, sejarah, hingga harga dari karya-karya perupa. Sehingga nantinya bisa dilihat secara lebih luas lagi oleh masyarakat. Bahkan mungkin bisa diapresiasi dan menjadi koleksi bagi para kolektor seni rupa.


“Kami berharap ke depan pemerintah bisa melakukan membuat platfom Galeri Indonesia berbasis online. Seni rupa tidak hanya produk, seni rupa memiliki saudara kembar yang namanya ilmu pengetahuan seperti sejarah-sejarah dan informasi lainnya. Sehingga menjadi pengantar bagi pengunjung yang ingin melihat karya-karya perupa,” ujarnya.


Dalam merespons konsep galeri daring, Josua juga menambahkan, salah satu yang menjadi tantangan adalah menciptakan pengalaman yang serupa bagi para potensial kolektor saat datang ke galeri daring ini karena tujuannya harus dapat menghasilkan transaksi yang berkontribusi kepada ekonomi nasional.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon