• Vicharius DJ

Melihat Sejarah Pergeseran Sosial Lewat Pose

Museum MACAN kembali membuka pameran seni terbaru. Kali ini pameran itu betajuk POSE yang telah dibuka sejak 30 April lalu. Ini merupakan pameran kolaboratif antara Museum MACAN dengan Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK). Pameran ini menampilkan 28 karya seni dari 18 perupa dari lima negara, mulai tahun 1960-an hingga sekarang.

Nama POSE sendiri diambil dari nama lukisan milik S. Sudjojono pada 1975. Secara keseluruhan, topik umumnya bercerita tentang pergeseran kelas sosial, tuntutan terhadap kenyamanan hidup dari golongan elit akibat pergeseran kuasa negara, keterhubungan pasar, dan budaya konsumerisme.


Sejumlah karya bersejarah yang penting dari koleksi MSRK turut ditampilkan dalam pameran ini, termasuk Maka lahirlah angkatan ’66 (1966) karya S. Sudjojono. Karya ini berkaitan dengan demonstrasi mahasiswa yang menandai runtuhnya kekuasaan Orde Lama dan lahirnya masa Orde Baru.

Pameran ini juga menampilkan Tulisan Putih (1972) karya A. D. Pirous, salah satu pemenang pameran besar seni lukis Indonesia pada tahun 1974, yang menandai peristiwa ‘Desember Hitam’ dan awal mula Gerakan Seni Rupa Baru. Namun, karya yang paling disorot dalam pameran ini adalah sepasang karya S. Sudjojono yang menggambarkan medan seni rupa Indonesia pada tahun 1970-an, yaitu Pose (1975) dan High Level (1970).


Karya-karya ini menggambarkan medan seni rupa Indonesia yang menyertakan perupa, kritikus seni, pemilik galeri, dan kolektor sebagai pintu masuk untuk menggambarkan perubahan sosial di Indonesia pada awal masa Orde Baru, yang berfokus pada stabilitas ekonomi dan politik.

“Museum Seni Rupa dan Keramik (MSRK) mendukung penuh kegiatan ini dengan meminjamkan tiga buah karya koleksi kami, yaitu Maka lahirlah angkatan ‘66 (1966) karya S. Sudjojono, High Level (1970) karya S. Sudjojono, dan Tulisan Putih (1972) karya A.D Pirous,” kata Sri Kusumawati, Kepala Unit Pengelola Museum Seni DKI Jakarta.


Tak hanya itu, POSE juga menampilkan karya koleksi Museum MACAN yang melihat adanya perubahan dan pergeseran sosial di masyarakat dari berbagai belahan negara di dunia, seperti Jepang, China, Amerika Serikat, dan Britania Raya. Serta menampilkan karya dari A. D. Pirous, Ahmad Sadali, But Muchtar, Damien Hirst, David LaChapelle, I Nyoman Masriadi, Jeff Koons, Keith Haring, Liu Ye, Richard Prince, S. Sudjojono, Srihadi Soedarsono, Takashi Murakami, Tang Zhi Gang, Wang Guangyi, Wang Xin, Yue Minjun, dan Yoshitomo Nara.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua