• Vicharius DJ

Membangun Interaksi Lewat Karya Seni Digital

Empat seniman media baru asal Indonesia dan Korea Selatan berkolaborasi untuk unjuk gigi dalam sebuah pameran bertajuk “Age of Consent” di Salihara Art Center. Pameran kolektif yang diinisiasi ARCOLABS mengajak pecinta seni untuk berinteraksi melalui karya seni digital hingga Mei 2023 mendatang.

 

Pameran ini merupakan bagian dari program XPLORE: New Media Art Incubation. Christine Toelle dan Luthfi Zulkifli yang terpilih sebagai kurator seni media baru dari sistem seleksi pada Juni mengajak empat seniman yang terdiri dari (con)struck asal Bandung, kolektif asal Jakarta Cut and Rescue, Theo Nugraha dari Samarinda, dan perupa Hyun Jung Yim dari Korea Selatan.

 

Menurut penuturan tim kurator, pameran seni Age of Consent berfungsi sebagai program yang memungkinkan seniman dan pencinta seni berinteraksi dan berkreasi bersama-sama. “Kami mengembangkan karya seni seiring berjalannya pameran. Sebagai titik awal, setiap seniman menanggapi salah satu dari 4 prinsip yang memandu pameran yakni waktu, ruang, materi, dan energi,” tulis mereka dalam keterangan persnya.

 

Seniman kolektif asal Bandung (con)struck menggabungkan seni retina dan non-retina. Setiap bulan, mereka akan mengunggah video yang membangkitkan indrawi dan penonton. Cut and Rescue merespons soal waktu berdasarkan kepekaan mereka. Pencinta seni yang melihat karyanya akan memiliki akses ke dua karya seni yaitu aktivitas mewarnai interaktif dan membuat kolase menggunakan stiker yang biasa ditemukan di aplikasi media sosial. Di akhir eksibisi, mereka bakal menerbitkannya dalam bentuk zine.

 

Nugraha asal Samarinda mengeksplorasi bunyi dalam budaya Indonesia. Pengunjung dapat merespons dengan mengirimkan sampel suara lalu direpresentasikan secara berkala hingga menjadi soundscape yang unik.

 

Sementara Hyun Jung Yim menjadikan energi sebagai refleksi antara narasi fisik dan digital. Seniman ini mengajak pengunjung untuk mengunggah hasil swafoto mereka ke galeri daring lalu ia memodifikasi swafoto pilihannya.

 

Direktur ARCOLABS, Jeong Ok Jeon, mengatakan pihaknya ingin berdiskusi tentang kurasi seni media baru di Indonesia dan Korea Selatan. Pihaknya senang mengembangkan program inkubasi kuratorial menjadi pameran daring interaktif dengan dukungan penuh dari Korea Foundation Jakarta.


“Kami berharap pecinta seni bisa mengakses karya seni dan berkontribusi dalam perkembangan karya-karya tersebut selama periode pameran,” tukasnya.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua