top of page
  • Vicharius DJ

Menikmati Karya Van Gogh dalam Balutan Teknologi

Siapa yang tidak kenal dengan Vincent Willem van Gogh atau Van Gogh. Karya perupa legendaris dari abad ke-17 itu telah mendunia. Tak banyak kesempatan yang terbuka untuk melihat karya asli Van Gogh secara langsung. Namun, teknologi kini memungkinkan kita untuk menikmati karya-karyanya termasuk dalam konsep imersif yang sarat teknologi seperti yang tersaji dalam pameran multisensori Van Gogh Alive The Experience di Mal Taman Anggrek, Jakarta.  


Dalam pameran itu, setidaknya ada 3.000 karya Van Gogh yang ditampilkan dalam bentuk visualisasi digital dengan puluhan layar proyektor berukuran besar, diiringi dengan skoring musik klasik yang mendukung suasana pameran menjadi lebih dinamis sekaligus harmonis. Karya-karya Van Gogh tampil silih berganti seperti klip animasi dengan iringan skoring yang sesuai dengan nuansa dan tema lukisannya. 


Misalnya ketika ruang pameran menampilkan karya-karyanya yang berwarna gelap, musik mengalun menjadi lebih liris. Sebaliknya, ketika lukisan-lukisan yang tampil berwarna cerah, musik terdengar lebih romantik dan ceria.Dengan cahaya yang minim, ruangan pameran tersebut berhasil memantik seluruh sensori tubuh untuk merasakan dan hanyut ke dalam keindahan lukisan-lukisan Van Gogh yang khas. 


Teknologi multisensori ini seperti mengaburkan batasan antara dunia nyata dengan dunia simulasi (digital) sehingga para penikmatnya dibuat seperti tenggelam dalam dunia rekaan tersebut. Lin Wei Hsein, Chairman of Meta Doers Innovation Indonesia mengatakan pameran ini menggunakan teknologi Sensory4 yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi yang berbasis di Australia, Grande Experience. Teknologi ini, paparnya, menggabungkan grafis gerak multi saluran, suara skoring dengan kualitas bioskop, dan 40 proyektor dengan kualitas gambar yang tajam untuk menghadirkan sensasi multilayar menarik.


“Pameran ini dikonsepkan, dikembangkan, dan diproduksi dari semangat dan keinginan kami untuk menciptakan lingkungan  yang dinamis, informatif, dan spesial secara visual untuk pengunjung dari segala usia, latar belakang, dan budaya dalam berinteraksi dengan karya seni,” jelasnya.


Dengan teknologi tersebut, pengunjung dapat merasakan sebuah ruangan pameran visual yang dinamis sekaligus informatif, dengan gambar-gambar lukisan Van Gogh yang bergerak silih berganti melalui kumpulan proyektor, diiringi suara surround digital sehingga menciptakan pengalaman imersif yang memukau.


Karya seni yang ditampilkan di sini merupakan ribuan mahakarya Van Gogh yang dia buat sepanjang hidupnya dari di Belanda yang karya-karyanya cenderung tampak gelap, di Paris yang terinspirasi oleh aliran impresionis yang kala itu tengah berkembang, hasil karya masa-masa residensinya di Arles, hingga pada periode saat dirinya tinggal di rumah sakit jiwa di Saint Remy, dan hari-hari terakhirnya di Auvers-sur-Oise.


Di balik lukisan-lukisannya dengan sapuan kuas yang dramatis, pewarnaan yang cerah, dan keahliannya dalam menggambarkan sebuah momen, tersimpan sekelumit kisah getir di dalamnya. Misalnya salah satu karyanya yang sangat populer berjudul The Starry Night yang dibuat pada 1889. Lukisan tersebut dibuat Van Gogh selama dia berada di rumah sakit jiwa di Saint-Remy ketika kondisi mentalnya semakin parah. Dia menggambarkan pemandangan malam dari rumah sakit tersebut ke dalam karyanya itu dengan hadirnya visualisasi langit malam dengan bintang dan bulan sabit.


Sapuan kuas yang sangat emosional dan langit yang bergulung seolah mengungkapkan pikirannya yang sedang berkecamuk namun di sisi lain tidak menunjukkan sebuah keputusasaan. Ada cahaya kuning mengilau dari kumpulan bulan dan bintang yang hadir di setiap sudutnya yang seolah menyimbolkan harapan di tengah kondisi terpuruknya.


Selain menyuguhkan karya-karya Van Gogh dalam bentuk digital, pameran Van Gogh Alive The Experience juga menghadirkan replika ruang tidur Van Gogh saat di Arles yang dia lukis dalam karya Vincent's Bedroom in Arles. Beberapa perabot yang ada di lukisan dihadirkan secara nyata dengan ruangan yang sengaja dibuat dengan perspektif yang terdistorsi seperti dalam versi lukisannya. Dengan begitu, para pengunjung dapat berfoto dengan duduk di kursi dalam kamar tersebut.


Pameran Van Gogh Alive The Experience dibuka untuk umum mulai dari 7 Juli hingga 9 Oktober 2023dan buka setiap hari mulai pukul 10.00 WIB hingga 22.00 WIB.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua

Comentários


bottom of page