• Vicharius DJ

Menyelami Mimpi demi Mimpi Seniman Liffi Wongso

Tinggalkanlah gengsi, hidup berawal dari mimpi. Itulah sepenggal lirik lagu karya Bondan Prakoso dan kelompok hiphop, Fade2Black yang begitu terkenal di eranya. Harus diakui mimpi kerap kali menjadi sumber ide dan inspirasi seseorang sebelum memulai sebuah karya atau perjalanan besar. Rasanya, seperti itulah yang ingin disampaikan seniman muda Liffi Wongso. Ia dengan penuh percaya diri menggelar kembali pameran tunggal keduanya bertajuk Dream Within a Dream.


Pameran itu merupakan interpretasi mimpi-mimpinya. Ia ingat betul sebuah mimpi yang pernah dialami di tahun 2016. Suatu kali seekor kucing liar yang pernah dipelihara ibunya tiba-tiba mati. Kucing itu lalu hadir di mimpi Liffi. Kucing itu mengeong kepadanya kemudian lari. Ia lalu mengejar si kucing hingga binatang lucu itu menghilang dan berubah jadi bunga. Di pameran kedua ini, sosok kucing itu turut ia pamerkan dalam salah satu karyanya.



Dalam mimpi-mimpinya, Liffi juga menyebutkan adanya sosok 'penjaga mimpi'. Terkadang tak berwujud atau sosok yang tampak asing bagi kehidupan nyatanya. Ia lalu berpikir bagaimana bisa membawa sesuatu yang menarik agar semua yang ia temui bisa menjadi cantik dan indah.


Liffi pun membuat berbagai ilustrasi. Ada yang bergambar flora, fauna sampai figur-figur tertentu. “Saat bikin karya yang misalnya didapat dari mimpi buruk aku, bagaimana caranya sekarang bisa berdamai dengan mimpi aku. Kalau teman-teman melihat, mimpi buruk yang dihadirkan nggak buruk-buruk amat,” pungkasnya.



Di pameran kedua, karya-karya Liffi Wongso bernuansa pastel, lembut, dan hangat. Menurutnya, ciri khas seperti itu sudah ada sejak awal ia berkarier. Ia memang menyukai warna-warna pastel. Karya-karya Liffi juga terpengaruh oleh komik Jepang atau manga. Salah satu idola Liffi adalah Rie Nakajima asal Jepang. Segala hal tentang nuansa fantasi dan dongeng tampak dalam karya-karya Liffi. Gaya menggambarnya pun lebih terasa kepada manga.


“Aku pelajari kenapa suka ilustrasi dia. Aku selalu amatin sih jenis ilustrasi seperti itu karena saya juga suka manga dan suka menggambarkan mimpi. Suka warna yang fun dan lebih imajinatif,” katanya.



Dari sebuah mimpi Liffi Wongso kini berhasil menjadi salah satu seniman muda yang tengah 'bersinar'. Namanya mulai melambung saat bergabung dengan Atreyu Moniaga Project, ikut memajang karya di Jepang, dan menggambar ilustrasi buku YouTuber Sunny Dahye. Padahal kesukaannya dalam menggambar sempat bertentangan dengan keinginan orangtuanya.


Ketika kuliah, Liffi mengikuti proyek inkubasi bernama Mixed Feelings. Proyek seni yang dijalani bersama seniman-seniman muda di bawah naungan Atreyu Moniaga Project membuat pilihannya benar.



Mulai di tahun 2016, ia mulai mempelajari dunia ilustrasi selain manga. Kemampuannya pun digodok kembali sampai di tahun 2017 ia mengikuti pameran kelompok. Liffi pun mulai membuktikan kemampuan menggambarnya agar diakui orang lain. Pada Agustus 2018, ia menggelar pameran seni tunggal perdana tentang mimpi-mimpinya di Ruang Seduh, Jakarta.


Setahun berikutnya, ia diberangkatkan ke Jepang untuk mewakili Indonesia. Di pameran seni bergengsi itu ia adalah salah satu seniman yang namanya diperhitungkan. Belasan karya Liffi dipameran keduanya telah digelar sejak 13 Februari kemarin hingga 5 April 2020 di ARTOTEL Wahid Hasyim, Jakarta Pusat.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon