• Vicharius DJ

Milestone, Pameran Perdana ARTOTEL Setelah Pandemi

Sebelas seniman Indonesia unjuk gigi memamerkan karya seninya di dua kota yakni Jakarta dan Yogyakarta. Pameran seni persembahan ARTOTEL Artspace bekerja sama dengan LABX Gallery itu dibuka mulai 25 Maret sampai 25 Mei 2021. LABX Gallery yang membawahi para seniman, di antaranya adalah Aly Waffa, AT Sitompul, Bagus Triono, Bahaudin, Choirudin, David Rivaldo, Imelda Adams, Kadafi GK, Lucia Hartini, M.A Roziq dan Valentino Febri.


Imelda Adams, salah satu pameris asal Cilegon memajang beberapa lukisan yang sarat dengan ciri khasnya. Menurutnya, di antara para seniman yang memajang karya di pameran seni itu, ia bukanlah seseorang yang berasal dari latar belakang seni rupa.“Latar belakang pendidikan saya adalah marketing komunikasi, bukan seni rupa seperti seniman-seniman lainnya. Tapi uniknya saya bisa menceritakan tentang kehidupan saya,” tuturnya saat peluncuran virtual pameran seni bertajuk Milestone.



Pertengahan 2020, salah satu karya Imelda Adams terpilih ditampilkan di akun resmi Instagram. Ia dihubungi oleh perusahaan Instagram cabang Asia Pasifik. Dalam lukisan tersebut, Imel menggambarkan sosok yang tengah melukis keluarga duduk di meja makan. Karya yang terinspirasi dari hikmah saat pandemi COVID-19 agar lebih dekat dengan orang terkasih.


Dalam berbagai karya, Imelda Adams juga kerap menampilkan karakter bernama Gacon yang berasal dari boneka kesayangannya di rumah. Dalam bahasa Sunda, kata Gacon artinya sesuatu hal atau barang yang bisa diandalkan. Keunikan karya Imelda Adams juga bisa dilihat dari gambar surealis yang digoreskannya, terkadang terlihat unsur dekoratif dan naif di dalamnya.



Pendiri LABX Gallery, Shinta Dhanuwardoyo, mengatakan ini adalah pameran seni perdana LABX Gallery yang juga berada di bawah naungan bubu.com. Lewat LABX Gallery, Shinta mengajak para seniman lokal agar bisa berkarya dan mendapatkan panggung internasional.


“Ini adalah awal yang baru. Dimulai dengan pameran seni Milestone. Saya melihat tidak hanya ingin mengembangkan potensi seniman lokal tapi juga mengedukasi masyarakat agar mencintai karya seni lokal,” sambungnya.



Tak hanya memajang ke-11 karya para seniman tapi LABX Gallery juga menggandeng para perupa untuk kolaborasi di bidang fesyen. Nantinya, karya mereka bakal dijual di berbagai marketplace.“Kolaborasi ini kami menyebutnya sebagai cross marketing, saling mendukung kedua belah pihak agar awareness lebih besar lagi atau impact collaboration dari LABX Gallery,” kata Shinta.


Direktur Seni ARTOTEL Group, Windi Salomo menuturkan, ARTOTEL yang menjadi tempat pameran sempat vakum selama setahun. Ia bersyukur pameran bisa kembali dibuka. Kolaborasi, katanya, akan dilanjutkan di bulan Agustus untuk diboyong ke Bali di ARTOTEL Sanur. “Pamerannya formatnya sedikit mirip-mirip, ada yang dikurangi atau ditambahkan,” kata Windi.

0 komentar