• Vicharius DJ

Napak Tilas Jejak Hidup Sang Nabi

Ibu Kota Jakarta berusaha menghibur warganya meski dalam masa pandemi Covid-19, terutama saat bulan Ramadan. Hingga 3 Mei mendatang, umat Islam di sekitar Ibu Kota bisa menikmati sajian artefak peninggal Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan di Hall Convention, Jakarta Islamic Center (JIC).


Totalnya terdapat 70 artefak yang dipamerkan seperti baju perang zaman kekhalifahan Usmaniyah, Rambut janggut peninggalan Nabi Muhammad SAW, Cetakan model kesan tapak kaki Nabi, Tas kulit, Alas kak, Tongkat, Pedang, hingga Busur. Selain itu sejumlah kaligrafi karya Arif Syukur yang baru pertama kali ditampilkan juga meramaikan pameran

Wawan Budi Rohman, Asisten Administrasi dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Kota Jakarta Utara mengatakan pameran seperti ini penting bagi masyarakat Indonesia khususnya kaum muslimin untuk mengenal lebih jauh sosok Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya.



Wawan mengatakan benda peninggalan Nabi Muhammad SAW yang dipamerkan diharap mampu melepas kerinduan umat Islam terhadap sosok Rasulullah. Selain itu, muslim Indonesia juga dapat belajar sejarah hidup, kepribadian, serta perjuangan Rasulullah SAW dalam mengenalkan dan menyebarkan Islam.


“Tujuan utamanya agar publik bisa mengetahui dan meneladani sifat-sifat baik dari Nabi Muhammad SAW dan para sahabatnya. Kemudian menginspirasi keteladanan dan menerapkannya dikehidupan sehari-hari,” kata Wawan.


Wawan mengajak seluruh warga Jakarta untuk berkunjung ke pameran artefak Rasulullah SAW di JIC. Para pengunjung diharapkan mematuhi ketentuan protokol kesehatan (prokes) Covid-19, saat mengunjungi pameran. Terutama aturan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.



Pelaksanaan pameran di tengah pandemi sesuai dengan prokes yang berlaku yang membatasi pengunjung hanya 25 persen. “Prokes tetap menjadi kunci utama untuk mencegah penyebaran Covid-19 di berbagai kegiatan dan itu harus dipatuhi oleh semuanya,” tegasnya.


Para pengunjung terlihat antusias memperhatikan artefak peninggalan Nabi yang tertata rapi di kotak pameran. Mereka juga turut membaca informasi penjelas di sebelah tiap kotak.



Seperti Yudi Permadi (38) yang mengamati satu per satu artefak Rasul yang dipamerkan. Dia ingin mempelajari sejarah Rasul lewat artefak dalam pameran ini. Menurutnya, acara ini sangat berguna karena menyajikan informasi menarik. “Begitu masuk [ruangan], rasanya bergetar. Luar biasa ya. Apalagi saat saya melihat kiswah pintu ka'bah, juga kiswah penutup makam Rasulullah. Saya harap acara seperti ini bisa setiap tahun diselenggarakan,” katanya.


Pengunjung lainnya, Farid Barkchia (71) bahkan turut mengajak istri dan anak-anaknya. Mereka datang dari Jakarta Timur untuk menyaksikan artefak peninggalan Rasul. Pengunjung hanya perlu menyalurkan infak sejumlah Rp50.000 untuk menyaksikan artefak yang dipamerkan. Panitia membuka pendaftaran pengunjung mulai pukul 8 pagi hingga sore hari.

0 komentar