• Vicharius DJ

Oase Industri Kreatif di Tengah Gurun Pandemi

Sudah setahun masyarakat seni Indonesia merasakan dampak besar dari pandemi Covid-19. Dibatasinya aktivitas berkesenian seperti pameran Luring, membuat kreasi yang lahir dari tangan seniman sulit diakses masyarakat. Akhirnya ia pun berdampak pada perekonomian. Beberapa solusi seperti berpameran Daring coba dilakukan demi mendorong industri kreatif namun belum juga maksimal hasilnya.


Melihat itu, Linda Gallery yang popular dengan galeri seni di Indonesia, Singapura, dan Beijing melakukan sebuah inovasi. Mereka menciptakan platform baru bernama L Project. Sepertinya ide ini terinspirasi dari kesuksesan beberapa platform belanja online yang tetap bertahan meski diserang gelombang pandemi.



Hampir semua bidang usaha memiliki platform online untuk memudahkan kebanyakan orang berbelanja. Tak hanya makanan, kini membeli produk kebutuhan pokok juga bisa melalui online. Semua orang tidak mau ambil risiko dengan berkerumun mendatangi pusat perbelanjaan.


L Project tidak mau ketinggalan dengan hal tersebut. Tidak hanya menjual tapi mereka juga memamerkan produk karya seni dari para seniman. “Dari hasil riset membuktikan bahwa 60 persen transaksi penjualan karya seni itu dalam bentuk digital. Dulu hal ini seperti mustahil, orang membeli karya seni via online,” ungkap CEO L Project, Ali Kusno Fusin.



Lantas bagaimana dengan ruang pameran yang akan digelar oleh L Project ini? L Project mengajak seniman muda untuk berkarya sebaik dan sebagus mungkin. Nantinya karya mereka akan ditawarkan ke pasar global sebagai mitra L Project.


”Kami bahkan menciptakan ruang pameran virtual. Sehingga seniman bisa leluasa memamerkan karya mereka setiap hari. Calon pembeli pun bisa leluasa melihat dan memilih dengan seksama barang-barang seni yang mereka yang mau,” tuturnya lagi.



Ali juga menegaskan, yang terpenting adalah bisa menjamin keaslian barang seni tersebut. Karya seni tersebut baik berupa lukisan, patung dan karya seni lainnya. Karena sekarang ini pemalsuan barang seni semakin banyak. Di L Project menurutntya hanya menampilkan barang seni yang sudah melalui proses kurasi oleh kurator dan galeri. “Jadi sudah pasti asli,” tegas Ali.


Chairman of Satupena, Nasir Tamara mengatakan tingkat pembelian barang seni melalui online saat ini memang meningkat. “Di L Project orang yang datang sudah pasti adalah calon pembeli untuk membeli barang seni,” tuturnya. L Project sendiri adalah sister company dari Linda Gallery yang sudah memiliki galeri seni di Beijing, Singapura dan juga Indonesia sejak 1990.

0 komentar