• Vicharius DJ

Ruang Ekspresi Para Perupa di Indonesia Art Gallery

Perkumpulan Seniman Nasional Indonesia (Pesona) menggelar pameran lukisan yang bertemakan budaya Indonesia. Adalah Indonesian Art Gallery yang diadakan di Museum Nasional pada 6-19  Maret. Sebelum Museum Nasional ditutup karena pandemik Corona, pameran ini sempat menarik perhatian publik.


Sebanyak 21 pelukis dari berbagai aliran dan dari berbagai daerah di Indonesia ikut andil dalam pameran ini. Mereka diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat Indonesia, khususnya dan dunia internasional pada umumnya.



“Pameran ini untuk mengakomodasi dan mewadahi para seniman untuk dapat menampilkan karya-karya terbaiknya di khalayak umum untuk dapat lagi diapresiasi, dinikmati dan dihargai lagi,” kata Ketua Penyelenggaraan Indonesian Art Gallery, Arya Simbaru.


Arya mengungkapkan, bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang besar dengan kemajemukan kultur budayanya dengan karakteristik yang sangat beragam pastinya. Sehingga pameran ini, menjadi inspirasi, ide dan gagasan yang dapat ditorehkan di atas kanvas.


Indonesia, kata Arya sejak dulu memiliki pelukis-pelukis ternama dunia seperti Raden Saleh, maupun Affandi. Namun saat ini, belum muncul pelukis ternama lainnya. Melalui pameran tersebut, memberi ruang berekspresi pada pelukis untuk menampilkan karyanya.



“Bentuk pelestarian budaya salah satunya yang tanpa kita sadari yakni tetap terus menciptakan ruang-ruang berkesenian untuk tempat budaya-budaya Indonesia agar tetap eksis, terjaga dan dikenal terus oleh generasi penerus bangsa,” ungkapnya.


Pada kesempatan yang sama Budayawan dan Pecinta Seni, Sultan H Indra Azhir Osman mengungkapkan bahwa suatu bangsa yang besar dan maju pasti memiliki kultur budaya yang kuat di masyarakatnya dan yang mencintai budayanya.


“Mudah-mudahan kita dapat mewujudkan apa yang dicita-citakan dan harapan kita bersama demi kesejahteraan hidup kita sebagai masyarakat seni,” ungkap Azhir.



Kepala Museum Nasional, Siswanto mengatakan pihaknya memberi ruang pada seniman untuk berkreasi. Hal itu merupakan perwujudan dari UU 5/2017 tentang Pemajuan Kebudayaan. Dengan adanya pameran lukisan tersebut, Siswanto berharap masyarakat tidak hanya melihat benda bersejarah melainkan ada objek yang bisa dinikmati


“Kami memberi ruang pada seniman untuk berekspresi sekaligus mengedukasi masyarakat, kalau datang ke museum tidak hanya melihat benda-benda bersejarah saja tapi juga bisa melihat lukisan,” tambahnya.

Siswanto menambahkan ruang berekspresi perlu diberikan kepada seniman, karena Indonesia memiliki talenta yang luar biasa. Akan tetapi banyak yang belum muncul, karena sedikitnya ruang berekspresi.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon