• Vicharius DJ

Saat Seniman Tari Tak Menyerah dengan Pandemi

Koregrafer asal Korea Selatan, Eun-Me Ahn melalui karya tarian kontemporer 1’59  Project Indonesia membuka secara resmi gelaran seni Indonesian Dance Festival (IDF) 2020. Pagelaran itu akan berlangsung selama delapan hari. Dibuka pada Sabtu lalu, festival ini dapat dinikmati secara daring hingga 14 November mendatang.


Karya 1'59 Project Indonesia merupakan pertunjukan dance on film ciptaan Eun-Me Ahn. Ia mengajak 50 pegiat tari Indonesia lintas generasi mulai milenial sampai baby boomers, pemula hingga profesional untuk menjadi bagian dari pertunjukan mini. Rebecca Kezia, salah satu kurator festival mengatakan Eun-Me Ahn berkerja sama dengan para kolaborator untuk mendukung upaya berdaya di tengah suasana pandemi.



Selama 1 menit 59 detik, para kolaborator yang lolos seleksi Eun-Me Ahn menampilkan pertunjukan tari yang menjadi refleksi dari kompleksitas dan keberagaman sosial di Indonesia. Ada pementasan berjudul Siluman Ajag Jawa yang dibawakan Harry Nuriman asal Bandung. Happy Walking ciptaan Meinn yang menghadirkan aktivitas seorang perempuan berjalan kaki di tengah terik matahari tapi lengkap dengan masker wajah hingga pakaian serba tertutup.


Tahun ini, IDF secara spesial bertransformasi nama menjadi IDF2020.zip sebagai bentuk adaptasi secara virtual. Penyelenggara mengambil tema DAYA: Cari Cara pun dipilih sebagai siasat penyelenggaraan di tengah situasi yang tak menentu. Rebecca Kezia menjelaskan, DAYA: Cari Cara sengaja dipilih untuk menunjukkan upaya di tengah situasi pandemi COVID-19.



“Ini upaya kami untuk mencari cara di tengah situasi yang sulit ini. Kami menyajikan program terbaik untuk para pencinta tari Indonesia dan internasional. Kami menghadirkan program utama Kampana untuk seniman tari muda, Conversations.zip, dan Performances,” lanjutnya.


Sementara itu pendiri IDF yang kini menjadi pengarah festival, Maria Darmaningsih, menuturkan pandemi membawa sesuatu yang baru kepada banyak pihak. Transformasi nama IDF menjadi IDF2020.zip sengaja mengambil istilah komputerisasi yang menjadikan festival menjadi lebih padat untuk dinikmati.



“Kami tidak bisa melaksanakan IDF di gedung pertunjukan, tapi kami menemukan inovasi dan media baru di festival seni tari kontemporer,” tuturnya saat pembukaan virtual.


Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan Ditjen Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, mengatakan di masa pandemi para pelaku seni menjalankan berbagai metode untuk bertahan. “Kesenian kita pun dipaksa mencari alternatif untuk mengembangkan strategi dan beradaptasi untuk mempertahankan hidupnya dalam keterbatasan ruang dan gerak,” tuturnya.


Seni tari juga ada di garis terdepan dalam perubahan tersebut. Seni tari yang mengharuskan adanya hubungan fisik yang kuat antara penampil dan penonton, sekarang kehadiran fisik tidak memungkinkan. “Ekosistem seni tari pun mencari jalan keluar, gimana mensimulasikan keadaan fisik itu. Para pelaku tari menjelajahi di teknologi digital,” lanjutnya.


IDF pun, lanjut dia, menjadi momentum penting untuk mengaktualisasikan diri dalam memadukan teknologi dan tari. “Semoga IDF menjadi inspirasi untuk karya-karya seni tari di Indonesia dalam perubahan ini,” tukasnya. IDF 2020 berlangsung selama 8 hari mulai 7-14 November 2020 secara gratis di YouTube Indonesian Dance Festival.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon