• Vicharius DJ

Seni Merayakan Perdamaian dengan “Musuh”

Tak terasa sudah setahun pandemi virus Corona atau Covid-19 menerpa negeri ini. Bencana ini memang secara perlahan mengubah tatanan hidup masyarakat tak terkecuali pekerja seni. Lambat laun kita akhirnya mau tidak mau harus berdampingan dengan musuh bersama ini. Sepertinya hanya itu pilihan yang ada.


Oleh Ciputra Artpreneur pilihan itu ‘dirayakan’ dalam sebuah perhelatan seni virtual. Mereka mempersembahkan pameran seni virtual bertajuk Hidup Berdampingan dengan Musuh mulai 25 Februari sampai 1 Juni 2021. Pameran ini dikuratori Rifky Effendi, lebih dari 100 karya seni ciptaan ratusan seniman Indonesia bakal mejeng virtual.



Rina Ciputra Sastrawinata, Presiden Direktur Ciputra Artpreneur, mengungkapkan pihaknya tetap berkomitmen menjadi bagian dalam memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama di bidang kesenian. “Walaupun dengan cara dan sudut pandang berbeda,” katanya.


“Saya menyadari situasi pandemi COVID-19 berdampak bagi kita semua, tanpa terkecuali untuk Ciputra Artpreneur. Tapi kita harus bangkit dan mengalahkan ketakutan karena pandemi,” sambung Rina.


Pameran virtual ini diikuti oleh seniman perupa sebanyak 70 orang seniman established dan 30 lainnya adalah perupa terpilih dari hasil open call. Dirinya juga mengajak para pecinta seni untuk berpartisipasi dalam pameran virtual ini untuk mengapresiasi dan memilikinya guna membantu para pekerja seni yang saat ini terdampak pandemi Covid-19.



“Selain itu hal ini juga merupakan tindakan apresiatif kepada para seniman atas komitmennya terhadap idealisme dan konsistensi berkarya dalam ketidakpastian masa pandemi,” katanya.


Para seniman yang berpartisipasi dalam pameran di antaranya adalah Angki Purbandono, Eddi Prabandono, Hanafi, Nasirun, Dolorosa Sinaga, Galam Zulkifli, Putu Sutawijaya, I Wayan Jana, I Wayan Upadana, Ugo Untoro, Abdi Setiawan, Agan Harahap, Agus Suwage, Gusmen Heriadi, dan lain-lain.


Kurator pameran, Rifki Effendi menambahkan pameran virtual ini merepresentasikan situasi kehidupan manusia di masa pandemi COVID-19. “Kenormalan baru ini menjadi suatu cara agar kegiatan masyarakat terutama ekonomi dan budaya bisa berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ada,” katanya.



Menurut Rifki, para seniman mengartikan arti kenormalan baru dalam karya-karya yang segera dipamerkan. “Pameran seni virtual ini akan menggali makna berdampingan dengan musuh melalui karya-karya yang berkualitas dan menarik," pungkasnya.


Pameran seni virtual Hidup Berdampingan dengan Musuh dibuka di situs www.ciputrartpreneur.com.

0 komentar