• Vicharius DJ

Seniman Boneka Ramaikan Musim Seni Salihara

Musim Seni Salihara kembali digelar. Festival dua tahunan itu sudah berlangsung sejak 4 Agustus lalu hingga 4 September mendatang. Salah satu yang ditawarkan ke publik adalah pameran boneka teater nusantara bertajuk, “Kelana Boneka. Pameran ini menghadirkan puluhan boneka dari sembilan seniman Indonesia. Di antaranya yaitu Boneka Koran Sena Didi Mime, Kuntilanak Miss Tjitjih, Papermoon Puppet Theatre, Wayang Golek Den Kisot, hingga Wayang Heri Dono.

 

Salah satu yang menarik perhatian di pameran tersebut adalah tampilan boneka kelompok teater Papermoon Puppet Theatre. Dalam pameran ini, segala jenis boneka khas produksi teater Papermoon Puppet dipamerkan dalam exhibition bersama dengan seniman boneka lainnya.

 



Teater Papermoon Puppet juga mengenalkan boneka kerangka andalannya. Di antaranya, ada raksasa Abak yang dibuat khusus untuk konser Monokrom, Tulus di tahun 2019 lalu. Selain itu, ada Oji-san dan Oba-san hasil produksi mereka bersama Museum Of Art di Kochi, Jepang.

 

Selain Teater Papermoon Puppet, festival Musim Senin Salihara juga menawarkan berbagai pertunjukan teater yang berkolaborasi dengan seniman boneka. Salah satunya pertunjukan oleh seniman boneka Ugo Untoro dan komunitas Sakatoya. Ini merupakan penampilan perdana bagi boneka Ugo Untoro untuk tampil dalam sebuah pertunjukan teater.

 



“Awalnya kalau tidak salah diminta untuk main sendiri padahal saya belum pernah memainkan boneka-boneka saya dalam bentuk sebuah pertunjukan. Namun akhirnya dipertemukanlah saya dengan Komunitas Sakatoya dan jadilah kami berdua berkolaborasi bersama,” ungkap Ugo.

 

Musim Seni Salihara 2022 mengangkat tema “Berseni Kembali” yang menandakan sebuah semangat baru di dunia seni Indonesia pasca pandemi Covid-19. Nirwan Dewanto, Direktur Program Komunitas Salihara Arts Center memaparkan makna Berseni Kembali bukan berarti bahwa di hari-hari kemarin kita kekurangan seni.

 



Namun menurutnya sudah waktunya seni mengambil tempat lagi di tengah kancah hidup publik. “Pameran seni rupa dan pertunjukan teater, misalnya, adalah peristiwa yang—sebaik-baiknya—kita alami langsung,” kata Nirwan yang ia tulis dalam sebuah kata pengantar festival.





Bagi Nirwan, kehadiran Musim Seni Salihara 2022 menjadi wujud komitmen untuk terus menghidupkan semangat berkesenian setelah pembatasan sosial berskala besar di masa pandemi. “Meskipun pandemi belum berakhir, kami terus berupaya untuk bisa memberikan perkembangan teraktual dalam dunia seni tanah air kepada masyarakat melalui program-program kami,” tutupnya. 

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua