• Vicharius DJ

Wujud Keindahan Tiga Karya Seni Kolaboratif

Barisan kata merajut satu dengan yang lain. Untaiannya begitu hangat memenuhi seluruh ruang galeri yang ragam dengan obyek foto indah dan kebaya cantik. Di ruang pada kompleks Museum Nasional tersebut memang cukup istimewa. Bagaimana tidak, tiga karya seniman yang populer di masing-masing bidangnya berkolaborasi dalam satu panggung pameran.


Tiga pameran itu antara lain bait-bait puisi dalam karya terbaru Sapardi Djoko Damono berjudul Perempuan yang Tak Bisa Dieja, karya fotografi Darwis Triadi, dan ragam desain kebaya dari tangan Vera Anggraini. Tiga seniman dari tiga generasi. Layaknya paduan musik yang harmoni, ketiganya menjadi kolaborasi paling menarik di awal tahun 2020.



Bagi Darwis, pameran ini merupakan sekaligus perayaan 40 tahun lamanya ia berkarya dalam dunia fotografi. Untuk merayakannya, Darwis secara khusus melakukan pemotretan dengan model perempuan-perempuan Indonesia yang menggunakan kebaya rancangan Vera Anggraini. Dalam beberapa obyek terdapat wajah publik figur terkenal seperti Luna Maya dan Raisa.


Pemilihan nama pameran Perempuan Tak Bisa Dieja menurut Darwis, selain karena mengikuti judul karya Sapardi juga ia melihatnya sebagai wujud ekspresi pribadinya dalam memandang perempuan. Perempuan dalam pandangannya sulit ditebak dan dieja. Di pameran ini ia ingin menunjukkan bahwa ada banyak sisi keindahan yang tampak dari figur perempuan.



Untuk mempersiapkan pameran ini antara seniman yang terlibat terus melakukan pertemuan dan diskusi untuk menentukkan materi apa saja yang akan ditampilkan. Misalnya yang dilakukan Vera dan Darwis. Rancangan kebaya milik Vera terkenal dengan detailnya. Bagi Darwis, memotret model yang menggunakan rancangan kebaya Vera merupakan tantangan.


Dalam sekali waktu ia harus mengabadikan dalam sebuah gambar tunggal atau pararel, model perempuan yang dibungkus gaun kebaya. Keduanya harus terekam sebagai  satu kesatuan sehingga karya ini dapat dinikmati secara bersama-sama. Selain itu, semua angle yang dipilih juga harus disesuaikan dengan makna narasi dari bait-bait syair milik Sapardi.



Sementara itu menurut Vera, pameran kolaborasi ini bisa diinterpretasikan sebagai keindahan Indonesia. Bagaimana negara ini memiliki ragam budaya dan tradisi yang ia wujudkan dalam karya kebaya lalu diabadikan dalam sebuah obyek foto. Karya kolaborasi ini akan ditampilkan untuk publik di Museum Nasional hingga 20 Maret mendatang.

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon