top of page
  • Vicharius DJ

Yang Kecil dan Terlewatkan

Can’s Gallery kembali menyajikan pameran dengan puluhan karya menarik dalam tajuk All the Small Things #4. Anda mungkin merasa familiar dengan judul itu. Ya, tajuk All the Small Things diambil dari kutipan lirik lagu Blink 182. Muchlis Fachri, alias Muklay, Penggagas dan koordinator pameran mengatakan, frasa tersebut dianggap merepresentasikan semua hal yang kecil, kemudian diejawantahkan menjadi judul serta melatarbelakangi pameran kolektif ini.


Ketika datang ke sana, sebuah lukisan bertajuk Autumn Walk in Nara (Acrylic on canvas, 50x50 cm) menarik pandangan. Karya itu menggambarkan suasana jalanan di sudut kota di Jepang, saat musim gugur tiba. Langit berwarna kebiruan pada pagi yang cerah. Dua pelajar berjalan beriringan di pedestrian, diikuti seekor kucing lucu. Tak ayal, suasana hangat menyeruak dari lukisan karya Naela Ali.

Sepintas, karya itu mengingatkan pengunjung pada film animasi atau potret kamera. Namun, buah tangan perupa sekaligus penulis itu justru hadir di atas kanvas dengan kecermatan estetika yang detail, terutama penggunaan warna dan bayangan yang kontras.


Sementara itu, di sudut ruangan lain, seniman Mrkumkum juga menghadirkan karya bertajuk Megalobomb (Chunky). Sesuai judulnya, karya bermaterial resin itu, tampak mewujud seperti sebuah alat peledak (bom) yang mirip ikan kembung saat terancam bahaya.


Namun, alih-alih berbentuk seram, sang seniman justru mempresentasikannya dalam wujud yang tampak lucu. Terutama saat audien mengamati mata sang ikan, yang tampak besar dan menampilkan kilatan sebuah kepolosan, serta mengingatkan pengunjung pada mata bayi yang masih putih dan belum berdosa.


Lukisan dan karya tiga dimensi yang dipacak di Can’s Gallery itu hanyalah segelintir dari puluhan karya dalam pameran All The Small Things.  Uniknya, pameran yang menyuguhkan berbagai karya mini itu tetap menghadirkan kedalaman kualitas estetika dari para seniman yang turut berpameran dalam ekspedisi ini.

Sebelumnya, para seniman yang terlibat dalam pameran emang ditantang untuk menggarap karya dengan ukuran-ukuran kecil. Adapun, semua seniman tersebut dikurasi lewat jalur undangan dan open call, terutama para perupa muda yang aktif, dan menjadikan media sosial mereka sebagai etalase karya seni yang dibuat. Termasuk Faza Meonk, Alodia Yap, Risangdaru, The Popski, Ganiks, Sulungwidta, Harish Azka, Siamartista, Jimi Multhazam, Hafiz Hanani, Liunic, dan masih banyak lagi.


“Sisi kreatif seniman serta keseriusan dalam berkarya inilah yang pastinya akan terlihat dengan apa yang telah dia ‘sulap’ pada media mini tersebut,” kata Muklay.


Hal itu misalnya, mewujud dalam karya berjudul “7°35’27.4”S 110°25’36.1”E (#1) dari Begok Oner. Meski agak rumit, judul karya dari lukisan tersebut sebenarnya diambil dari titik koordinat Google maps, dari objek lokasi tempat lukisan tersebut dibuat oleh sang seniman.


Sepintas karya tersebut terlihat seperti gambar yang tertangkap oleh kamera surveillance atau pengawas. Alih-alih menyajikan estetika semata, sang seniman juga seolah mengkritik sistem kontrol panoptikon atau penjara bundar yang saat ini tanpa disadari meruyak kehidupan digital.


Program Manager di Can's Gallery, Ajeng Martia mengatakan pihaknya memang ingin memberikan ruang ekspresi yang lebih luas pada gelaran kali ini. Terutama bagi para seniman berpameran dalam mencari market yang lebih besar dan luas dari kalangan kolektor.

Menurutnya, perbedaan paling kentara dari pameran ini dibanding sebelumnya adalah kategori jumlah peserta yang lebih bervariasi. Bahkan, beberapa seniman berpartisipasi juga seperti kalangan musisi, seniman NFT, illustrator, street artist, dan sebagainya.


Adapun, mengenai proses kurasi pengkaryaan, semua karya yang dipacak dikurasi terlebih dulu oleh tim All the Small Things dan Can's Gallery. Semua seniman dipilih berdasarkan visual karya yang dibuat dalam bentuk digital, setelahnya karya dikirim menggunakan medium kanvas atau yang lain.


“Tajuk All the Small Things secara umum merujuk pada ukuran karya. Namun, kami juga membawa gagasan lain, karena yang kecil belum tentu tidak memiliki nilai yang kecil juga,” katanya.

0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua
bottom of page