© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Kuartet Harmoni Nial Djuliarso

21 Apr 2014

Dentingan piano hasil petikan Nial Djuliarso membuka suasana malam di panggung Goethe, Jakarta. Nial mengawali pentasnya dengan candaan a la kadarnya. Maklum, sekilas, putra Pudjo Djuliarso itu agak terlihat kaku dengan setelah batik dan celana bahan warna hitam membuatnya terlihat aneh di tengah penontonnya yang kebanyakan anak muda.

 

"Ini bukti kecintaan pada Indonesia. Merdeka!!" seru Nial sambil mengepalkan tangan ke udara yang disambut tepuk tangan penonton.

 

Nial yang berasal dari Jakarta memang memiliki banyak pengalaman manggung di dalam negeri atapun luar negeri. Ia sudah pernah tampil di panggung-panggung yang bergengsi seperti di Weill Recital Hall di Carnegie Hall di New York; North Sea Jazz Festival di Den Haag; Kennedy Center di Washington DC; Montreux Jazz Festival di Swiss, dan Sarasota Jazz Festival di Florida. Di dalam negeri, Nial juga sudah tampil di Java Jazz sebanyak empat kali.

 

Semakin lama, suasana pun jadi cair. Nial tak hanya menghibur dengan harmoni petikan pianonya yang indah. Ia seringkali mengeluarkan candaan yang membuat penonton tertawa lepas. Bahkan Nial sempat bernyanyi ketika memainkan lagu Let It Shine dengan suaranya yang khas. Penampilan itu jadi kejutan karena kemampuan bermusiknya tak hanya pada permainan piano saja.

 

 

Nial termasuk musisi yang menyukai aliran jazz di era 1940an. Tak hanya lagu jazz barat tapi juga Indonesia seperti Senyum karangan Amir Usman. Di panggung Goethe kemarin, ia juga sempat membawakan lagu ciptaannya Hi Jepp yang ia buat untuk istrinya.

Nial tak hanya sendiri, ia tampil bersama kuartetnya: si adik, Othman Djuliarso (drum), Kevin Joshua (bass), dan Robert Mulyarahardja (gitar). Mereka berempat sangat kompak memainkan aliran straight ahead jazz dan era classic blue note, prestige, dan album-album riverside

 

Masing-masing personil pun terkadang melakukan aksi solo dengan sempurna seperti Robert yang memainkan solo gitar pada lagu Wikies in the Shadow.  Meskipun begitu, grup ini tetap harmoni dan tak menunjukkan keegoisan bermusik. Rencananya kuartet jazz ini akan kembali tampil dalam ajang yang sama di @Amerika akhir bulan April mendatang. Patut ditunggu.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU