© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Wajah Baru Industri Desain & Furnitur Indonesia

13 Mar 2016

Di sebuah sudut di ruang pamer Jakarta Convention Center, sebuah rupa bunda Teresa terpapang dengan apik dalam ukuran landscape sekira 240 cm persegi. Karya itu terbilang unik karena dibuat dengan ukiran kayu namun membentuk seperti sebuah lukisan dengan gaya dua dimensi. Ia jadi salah satu produk  yang ditawarkan dalam pameran Furniture dan Mozaik Indonesia yang kembali digelar tahun ini.

 

Acara itu mengusung konsep Unleashing High Quality Furniture Indonesia for International Market. Adalah Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) bersama PT Traya Eksibisi Internasional (Traya Indonesia) yang memprakarsainya. Pameran ini merupakan konsep baru dari Indonesia International Furniture and Craft Fair (IFFINA) yang telah diselenggarakan sebanyak 8 edisi sejak tahun 2008 hingga tahun 2015.

 

Menteri Perindustrian RI, Saleh Husin yang membuka resmi pameran pada Kamis (10/3) kemarin mengatakan, pameran itu untuk memperkenalkan produk-produk mebel Indonesia di pasar internasional. Ia berharap mampu mempercepat pencapaian target ekspor. Sebab menurutnya selama ini industri furnitur nasional terus mengalami peningkatan yang signifikan setelah pemerintah menerapkan kebijakan untuk melarang atau membatasi ekspor sumber daya alam.

 

 

 

Nilai ekspor kayu dan rotan pada tahun 2012 mencapai US$ 1,4 miliar dan terus meningkat hingga US$ 2,2 miliar pada tahun 2014 dan diprediksi mencapai US$ 5 miliar dalam kurun waktu lima tahun mendatang. “Dengan pameran ini juga diharapkan industri furnitur dapat memberikan kontribusi lebih untuk perolehan devisa negara maupun penyerapan tenaga kerja,” kata Saleh.

 

Ketua Umum Asmindo Taufik Gani mengatakan terdapat 300 eksibitor dari dalam dan luar negeri yang terlibat dalam pameran Furniture dan Mozaik Indonesia 2016. Dalam pamerannya, ia menampilkan keunikan beragam furnitur bermaterial rotan dan kayu dari Indonesia. Mozaik Indonesia juga memamerkan produk-produk terbaru dari produsen maupun manufaktur.

 

Industri furnitur dan kerajinan memiliki potensi yang tinggi. Selain itu, dapat menjadi andalan di masa depan. Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia tahun ini menyasar 3.500 buyer. Hingga saat ini sudah terdaftar sebanyak 1978 buyer dari 87 negara. Kami menargetkan transaksi sebesar US$ 700 juta,” jelasnya.

 

Selain menghadirkan produk dan desain produk, Pameran Furniture dan Mozaik Indonesia juga mengadakan seminar dan workshop terkait desain dan produk furnitur yang terbuka untuk umum setiap harinya. Pameran Furniture Indonesia dan Mozaik Indonesia dibuka untuk umum dengan HTM Rp 100.000 pada 10-12 Maret 2016 dan Rp 50.000 pada 13 Maret 2016.

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU