© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pemuda Indonesia Menangkan Young Social Entrepreneurs 2015

5 Nov 2015

Empat tim Indonesia berhasil memenangkan Young Social Entrepreneurs (YSE) 2015.  Mereka menggungguli 15 tim finalis lainnya dari seluruh dunia dan menunjukkan kemampuan mereka menggagas bisnis yang bermisi sosial, berdampak pada masyarakat dan berkelanjutan dari sisi manajemen dan operasional.

 

Dalam siaran pers yang diterima redaksi Satulingkar.com, ke-empat tim ini: Ecodoe, Osiris, STARTIC dan WateROAM beranggotakan 16 pemuda Indonesia telah memberikan yang terbaik pada program YSE yang diselenggarakan oleh Singapore International Foundation (SIF) 2015. Mereka bersaing dengan 15 wirausahawan sosial muda lainnya dari seluruh dunia. Total 31 wirausahawan muda berpartisipasi dalam YSE 2015.

 

Mereka menawarkan berbagai gagasan perubahan hidup yang dapat memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup sebagai perwujudan dari misi sosial mereka yang progresif. Perjalanan selama delapan bulan yang sarat dengan pertukaran budaya dan pembelajaran lewat metode pembinaan (mentoring), pertukaran gagasan serta kunjungan ke India dan Malaysia akhirnya berakhir pada hari Jumat 23 Oktober 2015.

 

Bersama tim finalis dari lima negara lainnya di Asia yakni Cina, India, Malaysia, Vietnam, dan Singapura, mereka mempertahankan gagasan bisnis sosial mereka di hadapan dewan juri yang terdiri dari tokoh-tokoh penting organisasi bisnis sosial tingkat dunia dan perusahaan-perusahaan ternama. Lima belas tim finalis ini adalah hasil dari seleksi ketat terhadap 41 tim yang beranggotakan 90 orang, peserta lokakarya YSE 2015. Seluruh rangkaian YSE 2015 dimulai pada Maret tahun ini.

 

 

Tahun ini, Indonesia diwakili oleh Ecodoe, kelompok anak muda yang memberdayakan pengrajin lokal dan ibu rumah tangga di Jawa Barat; Eptani, yang mengajukan pembudidayaan cacing tanah  untuk mengendalikan polusi yang dihasilkan oleh limbah organik di daerah pemukiman; Hi-Breed, sebuah upaya meningkatkan kualitas mata pencaharian petani kecil lokal  di Indonesia dengan peternakan rumah yang terintegrasi; OSIRIS yang memberdayakan masyarakat yang memiliki keterbatasan fisik dan petani buah naga di Jogjakarta; serta STARTIC, sekumpulan pemuda yang berupata memberdayakan masyakat terpinggirkan (marjinal) untuk memproduksi kerajina dari produk daur ulang.

 

Tak ketinggalan tim Ubersnacks, yang mempromosikan dan meningkatkan jajanan lokal Indonesia dan memasarkannnya ke pelanggan internasional dan WateROAM, pencipta inovasi sistem penyaring air yang berguna di daerah-daerah yang terkena bencana, terutama di negara-negara berkembang. 

 

David Pong (26 tahun), yang merupakan CEO WateROAM mengatakan melalui program SIF, dirinya bergabung dalam jaringan global para ‘Changemakers’ yang memiliki semangat yang sama untuk mengubah dunia dengan gagasan sosial. “Gagasan menjadi wirausahawan sosial dapat memang terkadang terasa berat, namun jaringan kuat program YSE dan metode pembinaannya yang bagus, membantu kami selangkah lebih maju dalam mewujudkan mimpi kami dalam menyediakan air bersih ke masyarakat dunia yang membutuhkan,” ungkap David.

 

Disamping pengalaman berkompetisi dan mendapatkan bantuan pendanaan, semua tim yang berpartisipasi pulang dengan hadiah yang sangat berharga. Program YSE telah menginspirasi, melengkapi dan memberdayakan generasi muda dari berbagai latar belakang budaya dan kebangsaan untuk memecahkan tantangan dan lintas batas negara untuk memajukan kewirausahaan sosial baik di Singapura ataupun di bagian dunia lainnya.

 

“Satu dari kunci utama yang kami bangga adalah bagaimana program YSE menawarkan para pengubah dunia muda dari seluruh dunia kesempatan berharga untuk berkolaborasi dalam bertukar gagasan. Hati kami sangat tersentuh hati menyaksikan  generasi muda dari seluruh dunia membangun hubungan baik yang didapatkan dari kesamaan semangat untuk perubahan sosial, “ kata Direktur Eksekutif SIF Jean Tan.

 

Seluruh rangkaian kegiatan ditutup dengan dialog bertema Nurturing Young Leaders for a Better World, yang mengeksplorasi berbagai inisiatif dan kerjasama di sekitar Asia untuk mendorong lahirnya generasi pengubah dunia berikutnya. YSE SIF 2015 didukung oleh Ashoka, Asia Philanthropic Ventures, McKinsey & Company, Expara Ventures, Google, Intellecap, mahasiswa dan alumni Harvard, INSEAD, Kellogg School of Management, Nanyang Business School and NUS Business School. Perusahaan yang bergabung  menjadi sponsor tahun ini adalah SAP, perusahaan global penyedia piranti lunak untuk bisnis.

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU