© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Desain Rumah yang Sejuk dan Hemat Energi

13 Apr 2016

Siapa sih yang tidak mau memiliki rumah yang sejuk dan adem? Untuk kita yang tinggal di negara tropis, tuntutan memiliki tempat tinggal yang sejuk dan nyaman jadi utama. Iklim tropis membuat udara menjadi lembab. Untuk membuat sejuk ruangan, terkadang perabotan elektronik seperti AC jadi pilihan. Sayang pilihan ini justru memiliki konsekuensi lain; boros listrik.

 

AC merupakan salah satu perabot rumah tangga yang meminta kapasitas daya besar. Tapi jika tidak menggunakan AC, suhu ruangan akan terasa panas dan lembab terlebih bila musim kemarau tiba. Nah, untuk keluar dari masalah ini Andyrachman Architect merancang sebuah bangunan rumah yang kaya akan ventilasi udara sehingga suhu udara di ruangan terasa lebih dingin secara alami.

 

 

Proyek percontohannya sudah dibangun di kota Surabaya, Jawa Timur. Sudah jadi rahasia umum bila kota pahlawan itu terkenal dengan suhunya yang panas. Karya Andyrachman itu diperuntukkan untuk bangunan rumah kos. Tidak memakan bujet besar, karya ini justru mampu mengubah paradigma berpikir bahwa membuat rumah sejuk yang alami itu membutuhkan dana besar.

 

Andyrachman menggabungkan bahan bangunan seperti beton tanpa cat, batu bata, logam, hingga kayu. Tinggi rumah itu mencangkup tiga lantai. Setiap kamar yang disewa untuk penghuni kos diberikan unsur kayu untuk menambah kesejukan ruangan. Pada beberapa bagian tembok, lubang-lubang kecil yang berpola jadi sumber ventilasi alami.

 

Setiap batas ruangan diberikan sekat dengan variasi ventilasi yang berbeda. Sepertinya, penghuni kos akan betah berlama-lama di dalam rumah bila kondisi di luar sedang panas dan lembab. Desain ini diklaim sebagai rumah yang murah bukan hanya mempertimbangkan biaya produksinya tapi juga biaya perawatan.

 

Karena para arsitek yang mendesainnya berpikir sebisa mungkin mengurangi penggunaan AC, biaya listrik pun dapat ditekan secara signifikan. Sepertinya contoh bangunan sejuk dan hemat energi ini bisa diadaptasi juga di kota-kota lain yang karakternya tak jauh berbeda seperti di Jakarta dan Bekasi. Bagaimana? Anda tertarik mencoba?

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU