© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Mengenang Kepergian Sosok Seniman Grafis

18 Apr 2016

Salah satu nama besar dalam dunia seni grafis, Haryadi Suadi telah pergi pada bulan Januari lalu. Bangsa ini kehilangan sosok seniman kelahiran Cirebon yang menekuni seni grafis sejak tahun 1970an. Untuk mengenang sosok Haryadi, kedua anaknya, Radi Arwinda dan Risa Astrini mempersembahkan sebuah pameran.

 

 

 

Kurator pameran, Rizki A.Zaelani mengatakan, pameran ini akan menampilkan 120 karya lukis mendiang Haryadi yang dikombinasi dengan karya putra-putri mereka. Semasa hidup, Haryadi dikenal sebagai seorang perupa dan menggeluti seni lukis kaca. Empat karya ciptaannya menjadi koleksi dari Galeri Nasional Indonesia (GNI) sekaligus koleksi negara, yakni Dewi Kuan Im, Rahwana, Pesugihan, serta Surga dan Neraka.

 

Staf Pameran dan Kemitraan Galeri Nasional Indonesia (GNI) Desy Sari mengungkapkan pameran ini telah disiapkan sejak sebelum Almarhum wafat. “Ini akan jadi pameran besar karena sudah disiapkan dari tahun lalu,” ungkapnya. Ada banyak hasil olah artistik Haryadi yang ditampilkan. Mulai karya grafis (woodcut, seigrafi, linografi, dan xerography), lukisan (cat minyak maupun cat akrilik pada kanvas), lukisan kaca, dan juga embroidery.

 

Pameran ini bukan sebagai ajang pamer-pameran saja. Tapi sebagai pameran impian terakhir dan pameran tunggal terbesar sepanjang sejarah berkesenian dari almarhum Haryadi Suadi. “Ini adalah pameran tunggal terbesar dari Haryadi Suadi. Di sini dipamerkan semua karyanya serta beberapa karya dari anak-anaknya juga,” ujar Rizki

 

Di arus perkembangan seni rupa kini, banyak pihak mempersoalkan persilangan pengaruh dan kecenderungan seni rupa dalam aneka rumusan penjelasan. Maka, karya sinkretik Haryadi Suadi adalah contoh dari berbagai pendekatan dan pengaruh dalam seni lukis.

“Karya lukis Haryadi ini cukup unik. Ia melukis dengan kecenderungan pendekatan narasi dan simbolik di mana sangat jarang dilakukan oleh seniman Bandung yang lebih sering menggunakan pendekatan ekspresi,” jelas Rizki A. Zaelani.

 

Pameran ini bukanlah sekedar pameran, melainkan juga sebuah jejak dokumentasi pikiran, gagasan artistik, gambaran pengalaman pribadi, serta catatan titipan kepada kedua anaknya.

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU