© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Dari Tanah Seni Berbicara

20 May 2016

Taman Ismail Marzuki kemarin menjadi saksi perjumpaan Zainal Beta dan “Sawerigading”. Zainal Beta membawa Bumi Sawerigading ke Jakarta. Tanah dari Salekoe, di atas jejak kaki para Pajung  dari Luwu juga tanah dari kompleks makam keturunan raja-raja Luwu, Lokkoe. Mereka melakukan live painting performance.

 

Tanah itulah yang hadir menceritakan perjalanan jejak Sawerigading dan jejak Zainal Beta di Jakarta. Tanah menjadi bahan lukisan yang dioles di atas kanvas berukuran 3 X 1,5 meter dan menjadi catatan sejarah Zainal Beta pada seni rupa Indonesia. Aksi itu sekaligus membekaskan tafsirannya di atas kanvas berbahan tanah liat terhadap sure La Galigo.

 

 

“Saya mau menghidupkan Sawerigading di atas kanvas raksasa ini. Saya mau menghadirkan spirit Sawerigading di Pameran Tunggal ini. Saya mau membawanya masuk  ke dalam pertunjukan “Jejak Sawerigading”. Olehnya itu, saya meminta kepada Rumbu Management dan Ejayya Art Culture agar membawakan kepada saya, Bumi Sawerigading, tanah Luwu, ke Graha Bakti Budaya,” tutur Zainal.

 

Zainal Beta akan melangsungkan pameran tunggalnya di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Pameran tunggal itu bertajuk, Beta: Dari Tanah untuk Tanah. Ia menjadi peristiwa maha penting dalam perjalanan seni lukis tanah liatnya saat ini.  Hal menarik dari pameran kali ini adalah terjadinya peristiwa kolaborasi apik. Zainal Beta tidak sendiri di Jakarta. Semua orang yang mencintai Zainal (penemu bahan lukis dari tanah liat) terlibat menyokong pamerannya. 

 

“Kita menemukan sokongan luar biasa di Jakarta. Sokongan dari tokoh-tokoh intelektual Indonesia di Jakarta, seniman-seniman besar, dan kolaborasi event & organisasi seni. Setelah berkolaborasi dengan Ejaya Art Culture lewat pertunjukan” kata penanggungjawab produksi, Jasmulyadi.

 

Selanjutnya, Zainal Beta akan melangsungkan Artist Talk di Wichert Studio, jumat 13 Mei 2016. Acara tersebut disokong langsung oleh Lenny Ratnasari, Founder Indonesia Kersan Art Foundation. Setelah pameran tunggal di Jakarta, lewat Kersan Art Studio, Zainal akan melanjutkan perjalanan ke Yogyakarta.

 

“Dari Jakarta, Zainal akan Ke Yogyakarta. Di sana, Zainal akan melakukan residensi, live painting performance, sekaligus presentasi gagasan dari perjalanannya selama 36 tahun dalam seni lukis tanah liat. Perjalanan Ke Jogja nanti, Zainal akan didampingi oleh Kurator dan Co-kurator, Muh. Faisal MRA dan Irfan  Palippui. Sebab, dua orang inilah yang paham tentang Zainal dan perjalanannya. Merekalah yang telah meriset Zainal Beta dan karya-karyanya. Tutup, Jasmulyadi, Founder Rumbu Management.

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU