© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Manifesto Arus 38 Seniman Nusantara

20 May 2016

Galeri Nasional Indonesia kembali menyelenggarakan pameran seni rupa kontemporer Indonesia bertajuk Manifesto. Ini merupakan eksibisi digelar untuk kali kelima. Kali ini tema yang diangkat adalah Arus. Ia menampilkan arus seni rupa di atas moralitas atau ekspresi seni yang diungkapkan dengan bahasa moral atau etik. Setidaknya itulah yang dikatakan kurator Rizki Zaelani.

 

“Manifestasi arus seni rupa yang dimaksud kini adalah dukungan dan sikap pembelaan terhadap nilai penting dan mulia ihwal kebenaran dan bukannya tentang 'kebenaran' yang mengandung kepentingan, meresap di berbagai bentuk pengalaman interaksi hidup dan sikap penghargaan pada lingkungan hidup,” katanya.

 

 

Seluruhnya terdapat 35 perupa yang meramaikan pameran ini. Mereka menampilkan lebih dari 35 karya berupa lukisan, patung, obyek, fotografi, seni rupa instalasi, seni rupa video, dan mural. Mereka yang berpameran di antaranya adalah Agus Suwage, Anusapati, Arahmaiani, Asmudjo J. Irianto, Diyanto, Eddie Hara, Entang Wiharso, F. Sigit Santoso, Gigih Wiyono, Hafiz Rancajale, Hanafi, Haris Purnomo, Heri Dono, Isa Perkasa, Ivan Hariyanto, Ivan Sagita, Jatiwangi Art Factory (JAF), Jong Merdeka.

 

Lalu ada pula nama seperti Koeboe Sarawan, Krisna Murti, Made Djirna, Made Wianta, Mella Jaarsma, Moelyono, Nasirun, Nindityo Adipurnomo, Nyoman Erawan, Oscar Motuloh, Putu Sutawijaya, Ronald Manulang, Teguh Ostenrik, Tisna Sanjaya, Titarubi, Ugo Untoro, dan Yani Maryani Sastranegara. Kurator lain Asikin Hasan mengatakan mayoritas berasal dari generasi era 1980 sampai 1990-an.

 

“Tapi ada juga yang generasi 2000-an yang karyanya sama semangatnya dengan generasi sebelumnya,” katanya.

Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus Sukmana mengatakan melalui para seniman yang berjaya pada periode 1980-1990an mampu membawa perkembangan Indonesia dalam forum internasional.  “Semoga kegiatan pameran ini mampu mengukir dan menandai kembali eksistensi dan pencapaian artistik serta reputasinya. Selain itu, tentu pameran ini juga memberikan manfaat dalam meningkatkan daya apresiasi seni pada masyarakat luas," ucap Andre.

 

Jika Anda penasaran dengan acara ini, pameran 'Manifesto V: Arus' masih bisa dilihat di Gedung A,B, dan Outdoor Galeri Nasional Indonesia sampai 30 Mei mendatang!

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU