© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Keindahan Arsitektur Florence dari Tangan Andrea Ponsi

25 Jul 2016

Florence, sebuah kota di Italia bisa jadi salah satu destinasi yang bisa Anda datangi bila berkunjung ke Italia. Seperti ibu kota negaranya, Roma, kota Florence pun memiliki kekayaan arsitektur yang tak kalah eksentrik. Penggambaran itulah yang coba disampaikan seorang Andrea Ponsi.
 
Dengan pameran yang bertajuk, Florence: a Map Perception, pria yang berprofesi sebagai seorang arsitek itu ingin membahas tentang makna konsep seni dan arsitekturnya. Datanglah ke pusat kebudayaan Italia untuk melihatnya. Panita penyelenggara membuka pameran itu hingga 22 Agustus mendatang.

 

 

 Ponsi menggunakan cat air ketika membuat sketsa. Ia ditemani arsitek asal Indonesia, Budi Pradono untuk membahas tentang makna konsep seni dan arsitekturnya. Ponsi yang memang berasal dari kota Florence tersebut melihat objek karyanya, seperti kota, sebagai sesuatu yang 'hidup'.
 
Dia memadukan antara pandangan pribadinya dengan objek bangunan yang akan digambarnya. Menurutnya sebuah karya seni tidak hanya dilihat, tapi juga dapat dirasakan menggunakan panca indra. “Aku tidak hanya melihat gambar, aku merasakannya dalam pikiran dan gerakanku,” kata Ponsi.
 

 

Sebagai seorang arsitek, Ponsi sering memadukan 'kekakuan' sudut pulpennya dengan kelembutan kuas lukisan.  Terlihat dari beberapa sketsanya, pria yang juga berprofesi sebagai pengajar itu, memadupadankannya dengan cat air. “Aku ingin setiap orang yang melihat gambarku, berpikir bahwa coretan-coretan itu 'hidup',” kata Ponsi.
 
Saat ditanya Budi tentang apa yang menjadi inspirasinya, Ponsi mengatakan dia suka berkeliling suatu tempat. Dengan menikmati dan mengamati lokasi tertentu, dapat menjadi inspirasi karya selanjutnya. Pameran tersebut akan dibuka hampir satu bulan lamanya. Ponsi berharap, ada banyak anak sekolah yang menikmati karyanya.
 
Dia ingin agar para bocah Indonesia belajar untuk kreatif dan menggali potensi yang ada di dalam diri. Setidaknya agenda seperti itu jauh lebih bermanfaat dibandingkan berlama-lama bermain gadget atau game online.

Please reload

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

Rayakan Keragaman Seni Rupa dalam In-Art Festival 2019

Lima Jalan Seniman Kontemporer Merespons Keresahan Publik

Merayakan Satu Dekade Batik di Pentas Dunia

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU