© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Pesta Seni di Bazaar Art Jakarta 2016

29 Aug 2016

 

Ketika masuk ke ruang pamer di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pacific Place Anda akan disuguhkan beragam karya dari seniman lokal dan mancanegara yang mewarnai seluruh penjuru ruang. Salah satunya adalah karya berjudul Frozen dan You Never Walk Alone milik Oky Rey Montha. Ketika pembukaan pameran kemarin, Oky sempat menampikan pertunjukan live painting yang menarik perhatian banyak orang.
 
Semua karya Oky mudah ditebak dengan ciri kisah fantasi yang muram, yang melambungkan fantasi penikmat lukisannya ke alam dongeng yang dipenuhi makluk-makluk aneh. Tak jauh berbeda dengan karya milik Iqi Qoror berjudul Sekoci yang Terdampar. Iqi memadukan sejumlah unsur di atas kanvas yakni acrylic, cahrcoal dan wool. Terlihat lima sosok berjas rapi mengelilingi sebuah perahu kecil. Anehnya, kepala sosok-sosok itu tidak memiliki wajah dan indra dan hanya merupakan bulatan berwarna merah.
 
Lukisan itu ada di sana dalam rangka memeriahkan Bazaar Art Jakarta 2016. Sebuah panggung promosi bagi seniman lokal. Tahun ini menjadi yang ke-8 sejak penyelenggaraan diadakan pertama kali pada 2009. Perupa senior seperti Sri Astari Rasjid juga ikut ambil bagian dengan menampilkan karya lawas Contestants.
 
Lukisan itu menggambarkan  tiga perempuan dalam busana berwarna mencolok, dengan masing-masing mencitrakan sosok yang mewakili Barat, Indonesia dan India. Mereka memegang mikrofon dan sedang beraksi menyanyi. Uniknya, mereka berdiri dengan latar belakang Candi Borobudur.
 
Semua karya seni yang dipamerkan berjumlah 1.500 karya. Dari sekian banyak itu, karya milik Cucu Ruchyat cukup menarik perhatian. Lewat sebuah karya berjudul Picnic, perupa Cucu menunjukkan ciri khasnya sebagai seniman yang gemar dengan permainan warna. Tampak sosok-sosok yang subur dan besar sedang bersantai di sebuah taman. Tak tanggung-tanggung, lukisan itu dibanderol seharga Rp 180 juta.
 
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat hadir di acara pembukaan itu mengatakan penyelenggaraan kegiatan pameran seni Bazaar Art Jakarta (BAJ) 2016 menjadi ajang promosi bagi para seniman lokal yang ada di Tanah Air. Oleh karena itu, dia berharap kegiatan BAJ dan berbagai kegiatan serupa lainnya terus diadakan di Kota Jakarta. “Acara BAJ 2016 ini merupakan ajang promosi karya-karya seni. Jadi, semua seniman lokal harus manfaatkan acara ini sebaik-baiknya, termasuk seniman-seniman dari Jakarta,” ujar Ahok.
 


Perhelatan seni yang berlangsung hingga 28 Agustus 2016 itu didukung oleh 42 galeri nusantara dan mancanegara. Sebanyak 19 diantaranya merupakan galeri lokal, diantaranya Galeri Paskal, Zola Zulu, Andrew Art and Gallery, Artsphere, Canna, Puri Art dan lain-lain.  Selain itu, ada pula 23 galeri mancanegara yang turut meramaikan ekshibisi tersebut, antara lain berasal dari Amerika Serikat, Taiwan, Singapura, Korea, Perancis, Malaysia, Filipina, Jepang, Hong Kong dan Spanyol. Kejutan lain hadir ketika pegiat industri film, Nia Dinata berkolaborasi dengan puteranya, Gibran Nicholau Papadimitrou (13) dalam pagelaran wayang dengan lakon Taman Maerokaca. Acara itu akan digelar selama dua kali.

Please reload

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

Apresiasi Karya Tiga Arsitek Lokal di Le Chateau x Brizo

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU