© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Festival Minangkabau di Tanah Betawi

 Sumatera Barat tak hanya terkenal dengan Jam Gadang, Tari Piring, atau masakan khasnya yang serba pedas. Lebih dari itu, Sumatera Barat memiliki ragam adat dan budaya yang mungkin belum banyak dikenal orang, terutama mereka yang tinggal di Pulau Jawa. Untuk itulah pada akhir pekan kemarin, berlangsung festival seni budaya dengan tajuk, Minangkabau Culture Art.

 

Festival berlangsung di Taman Ismail Marzuki yang selama ini menjadi pusat kegiatan seni dan budaya di Jakarta. Pagelaran seni budaya ini bertujuan untuk mengingatkan dan mengenalkan kembali pada generasi muda akan kekayaan seni budaya salah satu suku bangsa Indonesia, yakni Minangkabau.

 

Ajang ini juga menjadi panggung buat pelaku seni budaya tradisi daerah, dari mulai institusi pendidikan seni, pemerintah, dan organisasi mahasiswa Minang untuk menunjukkan keberagaam seni tradisi yang patut dilestarikan dengan sebuah pertunjukan. Selama penyelenggaraanya, festival ini dibagi dalam beberapa pertunjukan.

 

Di antaranya pada hari pertama, sebagai pembuka tampil seni tradisi Minang yang diangkat oleh pemerintahan provinsi Sumatera Barat. Di hari beirkutnya, pertunjukan beralih ke kota Solok yang terkenal dengan julukan 'Bareh Solok.' Seni budaya yang ditampilkan dari mulai tari kreasi hingga musik tradisi yang berakar pada budaya bercocok tanam.

 Sementara itu pada hari ketiga, pemerintah kabupaten Pasaman menampilkan akulturasi budaya antar suku bangsa. Salah satunya kesenian ronggeng yang merupakan kesenian bertutur tentang keseharian masyarakat, dan alam sekitarnya. Tak hanya dari Pemda, organisasi mahasiswa minang IMAMI UI, UPBM Unpad, dan Formmisi Yk juga turut menampilkan tarian dan pameran.

 

Sebagai Luhak Nan Tua, kabupaten Tanah Datar mendapat gilirannya pada hari kelima. Dijadwalkan mereka akan menampilkan beberapa tari kreasi dengan kostum daerah seperti Padang Magek, Sungayang dan Lintau, diikuti pameran kuliner, kain tenun khas, dan promosi wisata daerah setempat.

 

Di hari terakhir, giliran ISI Padang Panjang yang akan unjuk kebolehan. Malam penutupan ini menampilkan randai dengan cerita "Sabai Nan Aluih: yang disesuaikan dengan persoalan kekinian. Warga Jakarta benar-benar beruntung disuguhi ragam hiburan yang mendidik. Selain menambah pengetahuan serta wawasan, festival ini idak dipungut biaya alias gratis.

 

 

Please reload

Seek-a-seek #2 Merespon Tantangan di Dunia Desain Grafis

Refleksi Pribadi di Ruang Publik

Di Balik Layar dan Waktu Dua Dekade Karya Andramatin

Kolaborasi Visual Batin dan Kasat Mata

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU