© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Ketika Rempah Asli Indonesia Mengubah Dunia

21 Oct 2016

Adalah pemandangan yang tidak asing jika kita melihat aneka rempah dijajakan di pasar tradisional. Tapi jika rempah-rempah yang biasa digunakan sebagai kebutuhan bahan memasak ini dipamerkan di tengah pusat perbelanjaan, tentu menjadi sesuatu yang tidak biasa.

 
Pemandangan ini bisa kita lihat di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Tangerang Selatan. Dalam pameran bertajuk “Rempah Mengubah Dunia”, kita diajak untuk mengintip bagaimana sejarah rempah asli Indonesia mampu mengubah dunia, dan bagaimana manfaat rempah-rempah dalam kehidupan sehari-hari, baik bagi bangsa Indonesia maupun bangsa luar.

 

 

Meski sebagian besar berfungsi sebagai pelezat dan pemberi rasa pada makanan, pada praktiknya rempah juga dapat berfungsi sebagai bahan pengawet, kosmetik, obat-obatan dan juga pengharum. Salah satu contohnya adalah kisah Ratu Sheba pada tahun 992 SM, yang menggunakan rempah-rempah dalam jumlah yang banyak, sebagai hadiah kepada Raja Sulaiman. Indonesia merupakan salah satu negara penghasil rempah terbesar di dunia.

 

Keragaman rempah-rempah ini menjadi satu bagian tak terpisahkan dari kepingan sejarah bangsa Indonesia. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, definisi rempah adalah berbagai jenis hasil tanaman yang beraroma dan berasa kuat, seperti pala, cengkih, lada, untuk memberikan bau dan rasa khusus pada makanan.

 

Definisi ini dengan jelas menekankan kata 'beraroma' sebagai pembeda rempah dengan jenis tumbuhan lainnya. Sejarah membuktikan 'aroma' itulah yang mengundang penjelajah dunia, membangun hubungan dagang antarbangsa dan benua, bahkan memicu lahirnya kolonialisme.

 

Pameran rempah yang diadakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, berlangsungdi Bintaro Jaya Xchange, 4-16 Oktober 2016.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU