© 2016 Yayasan Design+Art Indonesia

SATULINGKAR.COM

DESAIN  |   SENI   |   BUDAYA

grandkemang Hotel lantai 3

Jl. Kemang Raya 2H, Jakarta 12730

Email: redaksi@satulingkar.com

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey Instagram Icon

Menengok Jejaring Seni Rupa Asia Tenggara

24 Oct 2016

Made Bayak, seniman asal Bali tak ingin ketinggalan saat ditawarkan untuk ikut ambil bagian dalam sebuah pameran bersama. Pameran besar yang mewadahi bukan hanya seniman dari Indonesia namun juga dari mancanegara khususnya wilayah Asia Tenggara. Made mengkreasikan sebuah seni instalasi. Namanya Artificial Island.

 

Pertunjukan seni instalasi itu ia pamerkan dalam pameran Southeast Asia Plus Triennale 2016 yang terselenggara di Galeri Nasional, Jakarta. Seluruhnya terdapat 44 karya seni rupa yang dilibatkan dari seniman di 12 negara. Jika ingin datang menyaksikannya, Anda bisa mampir ke sana hingga 10 November mendatang.

 

 

Pameran ini merupakan yang kedua kalinya sejak pertama kali diselenggarakan pada 2013. Sebanyak 33 perupa berasal dari Indonesia dan sisanya dari berbagai negara yang mayoritas adalah Asia Tenggara. Pameran ini menghubungkan pertumbuhan seni rupa Indonesia dengan perkembangan di wilayah Asia Tenggara. Digelar yang kedua kalinya, tema yang diusung adalah 'Encounter: Art from Different Lands'.

 

“Encounter diterjemahkan sebagai pertemuan sebuah gagasan untuk menimbang kembali pengalaman hidup yang diraih secara langsung,” kata kurator Rizki Zaelani.

Pertemuan berbagai ekspresi seni yang berasal dari daratan yang berbeda tak hanya menjelaskan tentang penciptaan setiap karya tapi juga soal pandangan, sikap, dan penilaian yang dimiliki oleh masing-masing seniman. Kepala Galeri Nasional Indonesia, Tubagus 'Andre' Sukmana' juga mengatakan pameran ini merupakan kesempatan yang berharga bagi para seniman Indonesia dan Asia Tenggara.

 

 

“SEA+Triennale 2016 juga menunjukkan artikulasi perhatian masing-masing seniman terhadap banyak pengalaman hidup di tempat yang berbeda dan terhubung satu sama lain,” ungkap Tubagus.

Ke-44 karya seni rupa dua dan tiga dimensional disajikan berupa lukisan, patung, obyek, seni cetak, fotografi, video art dan seni instalasi. Karya tersebut berasal dari 44 perupa di 12 negara. Dari Indonesia, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Bali dan Balikpapan. Sedangkan dari mancanegara yaitu Malaysia, Singapura, Thailand, Kamboja, Filipina, Myanmar, Laos, Australia, Denmark, Norwegia dan Inggris.

 

 

Please reload

Membongkar Dapur Penonton di Festival Teater Jakarta 2019

Membumikan Kembali Tradisi Ulos Batak

Membaca Ulang Karya Lawas Seniman Jakarta

Memandang Mitos Lewat Dua Perupa Lintas Generasi

1/1
Please reload

ARTIKEL TERBARU